Perkembangan musik J-Pop dan J-Rock di Indonesia, Khususnya di Palangka Raya
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Jika dahulu musik Jepang dianggap sebagai subkultur yang sangat “niche” (tersegmentasi), kini bagi Gen Z di Palangkaraya, J-Pop/J-Rock telah menjadi bagian dari gaya hidup arus utama.
1. J-Pop/J-Rock: Dari “Niche” ke Gaya Hidup Gen Z
Bagi Gen Z, musik Jepang bukan sekadar lagu, melainkan identitas visual dan emosional. Ada beberapa faktor yang mendorong tren ini secara nasional dan merambat kuat ke Palangkaraya:
Anime sebagai Pintu Masuk: Lagu-lagu pembuka (opening) dari anime populer seperti Oshi no Ko (YOASOBI), Jujutsu Kaisen (Eve), hingga Demon Slayer (LiSA) menjadi jembatan utama. Gen Z tidak lagi mencari lagu di radio, melainkan melalui cuplikan di TikTok dan Instagram Reels.
Pergeseran Sound: Gen Z lebih menyukai J-Pop/J-Rock yang modern dengan elemen elektronik, vokal yang unik, dan lirik yang melankolis namun energetik (sering disebut J-Music modern seperti Fujii Kaze atau Official HIGE DANdism).
Aksesibilitas Streaming: Kemudahan mengakses Spotify dan YouTube membuat Gen Z di daerah seperti Palangka Raya memiliki selera yang sama cepatnya dengan mereka yang tinggal di Jakarta atau bahkan Tokyo.
2. Denyut Komunitas di Palangka Raya
Palangka Raya memiliki ekosistem kreatif yang cukup dinamis. Berbeda dengan generasi milenial yang dulu berkumpul secara sembunyi-sembunyi, Gen Z di Palangka Raya lebih berani mengekspresikan diri melalui event-event lokal:
Event Organizer & Komunitas Lokal: Munculnya kelompok seperti Pemuda Grand Blue,Wkindo, dan Homachan Creative yang rutin mengadakan festival.
Lokasi Favorit: Event bertema Jepang kini merambah ke tempat-tempat nongkrong anak muda, seperti About Something Coffee atau area rooftop kafe di sepanjang Jalan Yos Soedarso.
Aktivitas Utama: Bukan sekadar mendengarkan musik, Gen Z di Palangkaraya merayakannya dengan:
Coswalk (Cosplay Walk): Menampilkan kostum karakter anime sambil diiringi lagu J-Rock/J-Pop.
Karaoke Party: Sesi menyanyi bersama lagu-lagu anime/idol group yang sangat populer di kalangan komunitas lokal.
Penampilan Lokal: Kehadiran grup-grup pengisi acara seperti Ophelia Idol Group yang membawakan lagu-lagu bernuansa Jepang di panggung lokal.
3. Karakteristik Gen Z Palangkaraya terhadap J-Music
Gen Z di Palangkaraya cenderung melihat musik Jepang sebagai “Safe Space”. Di tengah dominasi musik Pop Indonesia dan K-Pop, J-Pop/J-Rock memberikan alternatif estetika yang berbeda:
Kesimpulan
Perkembangan musik Jepang di Palangkaraya saat ini sangat dipengaruhi oleh budaya pop digital. Jika dulu J-Rock identik dengan band-band seperti L’Arc-en-Ciel, Gen Z Palangkaraya kini lebih akrab dengan musisi “utaite” (penyanyi internet) dan pengisi soundtrack anime modern. Musik ini telah menjadi bahasa universal yang menyatukan komunitas kreatif di Kota Cantik.
Ditulis oleh: Franz Lewi






Tinggalkan Balasan