Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Permintaan Uang Tunai Ramadan di Kalteng Diprediksi Tembus Rp3,28 Triliun, BI Siapkan Kas Keliling dan Layanan Digital PINTAR

BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Menyambut Idulfitri 1447 H/2026 M, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak masyarakat memanfaatkan layanan penukaran uang secara digital melalui website PINTAR (pintar.bi.go.id).

Layanan ini menjadi bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri 2026 (SERAMBI) untuk mempermudah masyarakat memperoleh uang rupiah baru menjelang hari raya.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias menyampaikan, bahwa digitalisasi layanan penukaran uang melalui website PINTAR adalah satu perubahan utama pada program SERAMBI tahun ini. Ia menyelesaikan, sebelumnya masyarakat harus mengantre panjang untuk mendapatkan nomor penukaran, kini proses tersebut dapat dilakukan secara daring dengan memilih jadwal dan lokasi penukaran terlebih dahulu. “Melalui website tersebut, masyarakat dapat melihat lokasi penukaran resmi terdekat, menentukan waktu kunjungan, serta memastikan ketersediaan kuota sebelum datang ke lokasi layanan,” kata Yuliansah Andrias melalui keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).

Sistem ini diharapkan mampu mengurangi antrean, membuat layanan lebih tertib, sekaligus memberikan kepastian waktu bagi masyarakat yang ingin menukar uang. Bank Indonesia juga menegaskan, bahwa PINTAR bukan aplikasi yang tersedia di Play Store, melainkan website resmi milik Bank Indonesia. Hal tersebut, dilakukan untuk menjaga keamanan data masyarakat sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan melalui aplikasi palsu yang kerap muncul menjelang Idulfitri.

“Melalui digitalisasi layanan tersebut, Bank Indonesia memastikan bahwa proses penukaran uang di Kalimantan Tengah tetap lancar tanpa mengurangi esensi tradisi berbagi saat Idulfitri yang telah mengakar kuat di masyarakat,” harap Yuliansah. Lebih lanjut juga, ia membeberkan, pada periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun ini, kebutuhan uang tunai di Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai Rp3,28 triliun.

Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 91,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, serta konsumsi masyarakat selama Ramadan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia menyiapkan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang terdiri dari pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000.

Uang pecahan ini disediakan agar masyarakat dapat menggunakan rupiah secara lebih praktis, terutama dalam tradisi berbagi saat Idulfitri. “Melalui SERAMBI 2026, layanan kas keliling hadir dengan cakupan lebih luas dan frekuensi lebih intens, menjangkau pusat aktivitas ekonomi seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali, serta lokasi tematik seperti pondok pesantren, kawasan wisata, dan masjid-masjid yang menjadi titik pergerakan masyarakat selama Ramadan,” ujarnya.

Selain itu, pada jalur mudik Trans Kalimantan, layanan kas keliling juga disiagakan di sejumlah rest area strategis untuk memudahkan pemudik memperoleh uang tunai secara cepat dan aman. Untuk memperluas akses resmi, total kuota penukaran uang baru di Kalimantan Tengah mencapai 11.180 paket, dengan nilai masing-masing Rp5,3 juta.

Jaringan layanan rupiah juga diperkuat melalui lima Kas Titipan yang tersebar di Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit. Selama Ramadan, distribusi uang di lokasi tersebut ditingkatkan guna memastikan ketersediaan uang layak edar tetap terjaga. Dengan memadukan teknologi, kesiapan operasional, dan komitmen pelayanan publik, Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat Kalteng selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi secara optimal, tetap menjaga makna tradisi sekaligus menyesuaikannya dengan tuntutan era digital. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini