Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Perputaran Ekonomi Pasar Ramadan Datah Manuah Capai Rp2,18 Miliar, Wali Kota Fairid Naparin Apresiasi Dampak bagi UMKM

Ket Foto: Wali Kota Fairid Naparin saat meresmikan Pasar Ramadan Datah Manuah.

BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Perputaran ekonomi di Pasar Ramadan Datah Manuah, Kota Palangka Raya, mencapai Rp2,18 miliar hingga pertengahan Maret 2026. Nilai tersebut melampaui target transaksi yang sebelumnya dipatok sebesar Rp2 miliar selama pelaksanaan pasar Ramadan tahun ini.

Capaian itu disampaikan Penanggung Jawab Event Organizer (EO) Pandora, Ngurah Putu, kepada Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dalam laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan tersebut, Minggu (15/03).

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi penyelenggaraan Pasar Ramadan Datah Manuah yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan.

“Kita tentu mengapresiasi kegiatan ini karena mampu meningkatkan aktivitas masyarakat di pasar sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku UMKM selama bulan Ramadan,” ujar Fairid.

Ngurah Putu menjelaskan, realisasi omzet tersebut bahkan sudah melampaui target meskipun kegiatan pasar Ramadan belum berakhir.

“Target kemarin Rp2 miliar sampai selesai. Tapi sampai sekarang saja sudah lebih dari Rp2 miliar. Totalnya sekitar Rp2 miliar 182 juta,” kata Ngurah Putu.

Ia menyebutkan, transaksi di pasar Ramadan tersebut dilakukan melalui pembayaran tunai maupun non-tunai menggunakan QRIS. Namun hingga kini transaksi tunai masih mendominasi.

“Sekitar 60 persen transaksi masih cash dan 40 persen QRIS. Sampai 14 Maret, transaksi QRIS sekitar Rp400 juta, sedangkan cash sekitar Rp1,7 miliar,” ujarnya.

Pasar Ramadan Datah Manuah tahun ini diikuti sekitar 70 pedagang dengan rentang usia antara 30 hingga 60 tahun. Mayoritas pedagang merupakan pelaku UMKM yang menjajakan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

Untuk memastikan pencatatan omzet berjalan tertib, panitia menerapkan sistem pelaporan harian menggunakan formulir digital. Bagi pedagang yang belum terbiasa menggunakan teknologi, panitia turut membantu proses pencatatan transaksi.

“Setiap hari kami kirim Google Form untuk laporan omzet. Tapi pedagang yang sudah berumur biasanya belum terbiasa, jadi kami langsung mendatangi tenant untuk membantu menginput datanya,” kata Ngurah.

Panitia juga memfasilitasi pedagang yang belum memiliki sistem pembayaran digital dengan membantu pembuatan akun QRIS guna memudahkan proses transaksi.

Berdasarkan data panitia, rata-rata perputaran uang di Pasar Ramadan Datah Manuah mencapai sekitar Rp80 juta per hari. Sejak dibuka pada 19 Februari hingga 14 Maret 2026, jumlah pengunjung yang datang tercatat sekitar 61.980 orang.

Ngurah menambahkan, konsep pasar Ramadan di kawasan Datah Manuah dibuat berbeda dibanding pasar Ramadan lainnya di Palangka Raya. Selain menyajikan makanan tradisional seperti bingka dan lamang, pengunjung juga dapat menikmati berbagai menu kuliner modern.

“Konsepnya semi festival kuliner. Pengunjung tidak hanya membeli makanan untuk dibawa pulang, tetapi juga bisa makan di tempat karena tersedia area dine in serta hiburan musik setiap hari,” ujarnya.

Pasar Ramadan Datah Manuah dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret 2026 atau selama 27 hari pelaksanaan, menyesuaikan dengan kondisi sebagian pedagang yang akan mudik menjelang Idul Fitri. (Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini