Pesan Baju Untuk Lomba Tari Tak Kunjung Selesai, Komunikasi Diputus Padahal Biaya Rp 1,5 Juta Sudah Ditransfer, Guru SD di Kotim Curhat Virtual ke Cak Sam Polda Kalteng, Oknum Guru SMK di Kapuas Dibina Dan Dimedan Virtual
Surabaya – Kumbang (36) Guru SD di Kab. Kotawaringin Timur curhat virtual ke Cak Sam Polda Kalteng karena pesan baju Tari untuk murid-muridnya kepada Tawon (34) Guru SMK di Kab. Kapuas tidak kunjung selesai padahal biaya Rp 1,5 juta sudah ditransfer lunas, Senin (8/6/2026).
“Saya bikin baju untuk anak-anak lomba tari dengan seorang kenalan di Instagram pada tanggal 5 Februari 2026. Kemudian dilanjutkan percakapan ke via WhatsApp untuk membahas desain dan harga. Setelah deal, kami bayar cash pada tanggal 10 Februari 2026. Setelah ditanyain progres jadi nya pada tanggal 6 April masih ada respon dengan mengatakan “progres sudah mencapai 70%”. Setelah saya chat tanyain perkembangannya, setelah tanggal 10 April sampai sekarang tidak ada respon dan tidak ada kabar sama sekali. Mohon solusinya, cak sam. Untuk secara langsung bertemu sangat tidak mungkin karena posisi saya ada di Kotim, sedangkan si penjahit yang saya maksud tinggal di Kapuas. Saya ingin minta pertanggungjawaban dari orang tersebut karena kami merasa dirugikan karena kostum yang mau dikenakan tidak jadi dipakai anak-anak saya tampil lomba. Untuk bukti screenshot dan screenvideo percakapan serta bukti transaksi jual-beli masih saya simpan,” curhat Kumbang kepada Cak Sam.
Cak Sam kemudian menghubungi Tawon melalui video call whatsapp, disambungkan ke Kumbang untuk diberikan pembinaan dan mediasi secara virtual.
Akhirnya, Tawon menyanggupi menyelesaikan pesanan baju tersebut paling lambat tanggal 20 bulan ini. Kalau belum selesai uang Rp 1,5 juta dikembalikan.










Tinggalkan Balasan