Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Suasana Duka Selimuti RS Bhayangkara Palangka Raya Saat Jenazah Aiptu Sumariyanto Tiba Usai Dievakuasi dari Katingan

Jenazah Aiptu Sumariyanto Disambut Isak Tangis Keluarga di RS Bhayangkara

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Jenazah Aiptu Sumariyanto tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, Minggu (05/07/2026) sekitar pukul 13.40 WIB, setelah dievakuasi dari Kabupaten Katingan. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan sejumlah personel kepolisian dalam suasana duka yang mendalam.

Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans di halaman Gedung Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara. Anak almarhum dan anggota keluarga lainnya tampak tidak kuasa menahan kesedihan ketika prosesi penghormatan terakhir berlangsung.

Sejumlah personel Polri yang mengantar jenazah juga terlihat memberikan penghormatan kepada almarhum. Beberapa anggota tampak menundukkan kepala dan menyeka air mata sebagai bentuk penghormatan kepada rekan yang gugur saat menjalankan tugas.

Rekan satu angkatan almarhum, AKP Miftah Khoiri, mengatakan kepergian Aiptu Sumariyanto menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar kepolisian, khususnya rekan-rekan di Polda Kalimantan Tengah.

“Kami dari DTT Polda Kalimantan Tengah merasa kehilangan rekan kami. Dalam pelaksanaan tugas memberantas narkoba, beliau menjadi salah satu korban dari bandar narkoba. Kami berharap semoga beliau diterima di sisi Allah SWT. Kami semua rekan-rekannya merasa sangat berduka dan kehilangan, karena beliau termasuk rekan yang sangat baik,” ujar Miftah.

Menurut Miftah, semasa bertugas Aiptu Sumariyanto dikenal sebagai anggota yang disiplin, berdedikasi, dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat maupun sesama personel.

“Beliau rajin melaksanakan tugas. Kalau bergaul dengan masyarakat juga sangat baik, kemudian dengan teman-temannya akrab. Setiap ada kegiatan kami selalu bersama-sama, kompak, dan selalu mengedepankan semangat gotong royong,” katanya.

Ia juga menilai almarhum merupakan sosok yang rendah hati dan mudah bergaul sehingga kepergiannya meninggalkan duka bagi banyak rekan.

“Beliau orangnya baik, saling menghormati, mudah bergaul. Makanya ketika kami mendengar beliau menjadi salah satu korban, kami benar-benar merasa kehilangan. Banyak rekan-rekan yang sangat terpukul atas kepergian beliau,” ujarnya.

Aiptu Sumariyanto gugur saat menjalankan operasi penindakan kasus narkotika di Kabupaten Katingan. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga serta jajaran Polda Kalimantan Tengah yang mengenalnya sebagai personel dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini