Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Solidaritas untuk Warga Terdampak, Pengusaha Bengkel Las se-Kalteng Siapkan Langkah Aksi Jika Krisis Listrik Tak Segera Selesai

Pemadaman listrik Kalteng memicu reaksi pelaku usaha. Perwakilan Asosiasi Pengusaha Bengkel Las se-Kalimantan Tengah, Dwi Sugiarto, mempertimbangkan aksi damai jika gangguan listrik terus berlanjut.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang berulang di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mulai memicu reaksi dari berbagai kalangan. Setelah aksi protes para peternak ayam, Asosiasi Pengusaha Bengkel Las se-Kalimantan Tengah menyatakan siap mempertimbangkan aksi damai apabila gangguan pasokan listrik tidak segera diatasi, Rabu (29/07/2026).

Perwakilan Asosiasi Pengusaha Bengkel Las se-Kalimantan Tengah, Dwi Sugiarto, mengatakan kehadirannya bersama masyarakat merupakan bentuk solidaritas terhadap warga dan pelaku usaha yang terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.

“Kalau saya pribadi sebenarnya bisa saja tetap berada di kantor atau di rumah dengan fasilitas yang ada. Tetapi persoalannya bukan soal kenyamanan pribadi. Saya ikut bersuara karena banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil yang merasakan dampak nyata dari pemadaman listrik ini,” ujar Dwi Sugiarto, yang akrab disapa Sugie.

Menurut Sugie, semakin lama gangguan pasokan listrik terjadi, semakin besar pula kerugian yang harus ditanggung masyarakat maupun pelaku usaha. Ia berharap pihak terkait dapat segera memulihkan kondisi agar aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.

Sugie juga menyinggung aksi protes para peternak ayam yang membawa sekitar 1.500 bangkai ayam sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas kerugian akibat pemadaman listrik. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan dampak gangguan listrik telah dirasakan oleh berbagai sektor usaha.

“Semoga persoalan ini segera menemukan solusi dan tidak berlarut-larut hingga berbulan-bulan. Hari ini kita melihat sendiri teman-teman peternak ayam menyampaikan aspirasi mereka karena mengalami kerugian. Itu menjadi sinyal, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Sosial Kemanusiaan Habar Kalimantan Tengah (HKT) itu menegaskan, Asosiasi Pengusaha Bengkel Las se-Kalimantan Tengah masih mengedepankan penyelesaian masalah melalui langkah yang kondusif. Namun, apabila pemadaman listrik terus berlangsung tanpa perbaikan yang signifikan, aksi damai menjadi salah satu opsi yang akan dipertimbangkan.

“Kami berharap tidak sampai ke sana. Namun apabila pemadaman listrik terus berlarut-larut dan berdampak pada keberlangsungan usaha para anggota kami, tentu berbagai langkah untuk menyampaikan aspirasi akan menjadi bahan pertimbangan,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat dan pelaku usaha masih menantikan langkah cepat dari pihak terkait untuk memulihkan pasokan listrik. Mereka berharap gangguan dapat segera diatasi agar aktivitas warga dan roda perekonomian di Kalimantan Tengah kembali berjalan sebagaimana mestinya. (red)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini