Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Wagub Kalteng Ajak Masyarakat Maknai Idulfitri dengan Memperkuat Persaudaraan dan Doakan Perdamaian Dunia

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo.

BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran momentum Idulfitri tahun ini yang berjalan aman dan penuh sukacita. Hal ini disampaikannya saat menggelar Open House di kediamannya, Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Sabtu (21/03).

Dalam keterangannya kepada awak media, Wagub Edy menyoroti keberhasilan arus mudik tahun ini. Berdasarkan laporan Kapolda Kalteng, angka kecelakaan terpantau menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Edy Pratowo juga menekankan pentingnya semangat keberagaman yang selalu digaungkan oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran. Ia mencontohkan bagaimana harmoni antarumat beragama di Kalteng sangat terjaga, seperti saat kunjungan jajaran Pemprov dan Polda ke tokoh-tokoh agama pada perayaan Nyepi lalu.

“Ini adalah manifestasi yang sangat baik untuk memperkokoh kebersamaan kita dalam membangun Kalteng yang makin Maju, Berkah, dan Sejahtera,” ujar Edy.

Memaknai Idulfitri di tengah situasi geopolitik dunia yang memanas akibat konflik antarnegara, Wagub Edy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momen lebaran sebagai ajang introspeksi. Ia menekankan bahwa perdamaian dan persaudaraan adalah kunci utama stabilitas negara yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

“Pentingnya sebuah kebersamaan dan persaudaraan untuk menuju damai itu akan memberikan nilai manfaat yang baik. Mari kita jaga solidaritas dan stabilitas keamanan negara kita,” imbuhnya.

Menanggapi maraknya isu peperangan di media sosial, Wagub mengimbau masyarakat Kalteng untuk tetap tenang dan tidak terpancing memberikan komentar-komentar yang kontraproduktif. Ia mengajak warga untuk kembali ke jati diri masyarakat Kalteng yang memegang teguh falsafah Huma Betang.

“Kita sebagai masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung falsafah Huma Betang, lebih baik kita mendoakan agar konflik tersebut cepat selesai. Dengan perdamaian, ekonomi dunia akan kembali normal dan berkembang,” pungkasnya. (Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini