Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Dharma Santi Nyepi 2026, Garitik Yansen Tekankan Pentingnya Penanaman Nilai Ketuhanan pada Siswa

Unsur Pimpinan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMA Kota Palangka Raya, Garitik Yansen, saat menyampaikan sambutannya.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Keluarga besar guru dan siswa Pendidikan Agama Hindu jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kota Palangka Raya menggelar peringatan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Kaharingan Center, Kota Palangka Raya, Senin (20/04).

Dalam sambutannya, Unsur Pimpinan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMA Kota Palangka Raya, Garitik Yansen, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi seluruh jenjang pendidikan dalam menyukseskan acara ini. Ia menilai, pelaksanaan Dharma Santi yang menggabungkan seluruh tingkat sekolah merupakan bukti kekompakan tenaga pendidik di Kota Cantik.

“Ini adalah suatu kebanggaan. Suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari peran semua pihak, baik secara lembaga maupun personal guru yang menjadi motor penggerak. Di sini teruji bahwa guru-guru Agama Hindu di Palangka Raya rata-rata sudah bersertifikasi dan profesional,” ujar Garitik.

Ia juga mengenang masa-masa awal rintisan kegiatan serupa yang sempat vakum dan kembali bergeliat sejak tahun 2020. Garitik menekankan bahwa sertifikasi guru bukan sekadar status, melainkan tanggung jawab moral untuk membentuk karakter generasi muda.

Mengutip pesan dari para tokoh sepuh Hindu Kaharingan terdahulu, Garitik mengingatkan para guru untuk tidak “berpulang” sebelum mampu memberantas “musuh” dalam diri, yaitu ketidaktahuan dan perbedaan yang memecah belah.

“Esensi dari tugas kita, termasuk saya yang juga telah disertifikasi, adalah mengajarkan peserta didik nilai-nilai kedewaan dan ketakwaan. Kita harus membangun karakter siswa agar menjadi pilar penyangga dunia yang tangguh,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanaman nilai-nilai ketuhanan dan kehidupan kepada siswa adalah sebuah keniscayaan yang wajib dilakukan sedini mungkin. Hal ini menurutnya menjadi pondasi utama selain pembelajaran akademik yang rutin dilakukan di sekolah.

Acara Dharma Santi Nyepi ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat tali silaturahmi antar guru dan siswa lintas jenjang pendidikan di Kota Palangka Raya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini