Mulai 15 Juni, BPS Palangka Raya Lakukan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 dari Rumah ke Rumah
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sekaligus membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Jl. Tjilik Riwut Km. 5, Kota Palangka Raya, pada Selasa (09/06/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, perwakilan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Palangka Raya, serta para camat dan lurah setempat.
Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, S.Si., M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sensus kali ini menjadi gelaran yang kelima kalinya di Indonesia sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986 silam.
“Sensus Ekonomi 2026 ini bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun daerah, khususnya di bidang ekonomi,” ujar Amos.
Amos menambahkan, fokus dari hasil sensus tahun ini mencakup informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, informasi ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga. Hal ini dinilai krusial untuk menjawab perubahan struktur ekonomi yang terjadi begitu pesat seiring perkembangan teknologi.
Dalam laporannya, Amos memaparkan bahwa rangkaian kegiatan lapangan sebenarnya telah dimulai sejak 1 Mei 2026 melalui pendataan pendahuluan. BPS telah melakukan pengisian kuesioner bersama di berbagai instansi dan sektor, seperti sekolah (TK, SD, SMP, RA, dan Madrasah), puskesmas, rumah sakit, serta sebagian perusahaan dan konsultan konstruksi.
“Kita bersyukur bahwa proses pendataan awal ini berlangsung dengan baik dan sudah cukup banyak dunia usaha yang *submit* data, sehingga datanya sudah bersifat *clean*. Kami mengapresiasi dinas dan kantor terkait yang telah memfasilitasi hal ini,” tuturnya.
Selanjutnya, BPS Kota Palangka Raya akan memasuki tahapan krusial, yaitu pendataan lengkap secara door-to-door (pintu ke pintu) yang dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sensus ini menyasar seluruh keluarga dan pelaku usaha, baik skala besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Untuk menyukseskan agenda masif ini, BPS mengerahkan ‘pasukan putih’ yang terdiri dari 220 orang mitra statistik.
Pasukan ini melibatkan 194 petugas pendata lapangan, 28 petugas pemeriksa lapangan (supervisor), serta didampingi oleh 26 pegawai BPS Kota Palangka Raya yang akan tersebar di seluruh wilayah kota.
Di akhir laporannya, Amos secara khusus meminta dukungan sinergis dari para camat, lurah, hingga ketua RT/RW di Kota Palangka Raya untuk mensosialisasikan agenda penting ini kepada masyarakat luas.
“Kami mohon bantuan Bapak Camat dan Lurah sebagai pihak yang paling dekat dengan warga untuk menyampaikan informasi ini ke tingkat RT/RW, demi suksesnya pendataan Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya. (Abimanyu)










Tinggalkan Balasan