Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Hari Bhayangkara ke-80: Polda Kalteng Perkokoh Sinergitas Kolaboratif Untuk Kalteng Aman dan Sejahtera

Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha saat meninjau pasukan.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Rabu (01/07/2026).

Pada upacara tahun ini, Kapolda Kalteng berhalangan hadir sebagai Inspektur Upacara karena tengah berada di Jakarta untuk menerima penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden RI. Jabatan memimpin upacara dan pembacaan amanat tertulis pun diwakilkan kepada Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha.

Acara tersebut dihadiri Gubernur beserta jajaran Forkopimda Kalteng,  Pangdam XII/TB, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pemuda.

Dalam amanat yang dibacakannya, Brigjen Pol Yosi Muhamartha menekankan bahwa memasuki usia pengabdian yang ke-80, Polri dihadapkan pada tantangan yang kian kompleks, mulai dari dinamika sosial, perkembangan teknologi informasi, hingga tingginya ekspektasi publik. Oleh karena itu, tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni “Polri untuk Masyarakat”, menjadi komitmen landasan agar pelaksanaan tugas kepolisian selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Keamanan yang kita pelihara bukanlah tujuan akhir, melainkan pondasi utama agar pembangunan dapat berjalan, perekonomian tumbuh, investasi berkembang, dan masyarakat sejahtera,” ujar Wakapolda Kalteng.

Komitmen ini juga diperkuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 (Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia) sebagai bentuk kepercayaan negara dalam memperkokoh tugas Polri menjaga kamtibmas, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat.

Kerja nyata jajaran kepolisian sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis akhir Juni 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berhasil mencapai angka 82,4%.

Selain itu, sebanyak 80,6% masyarakat menilai kinerja Polri semakin baik, dan 71,5% memberikan persepsi positif terhadap citra institusi kepolisian.

Kendati demikian, Polda Kalteng menegaskan bahwa capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis.

Tidak hanya fokus pada pemeliharaan kamtibmas melalui patroli preventif Samapta dan penguatan Call Center 110, Polda Kalteng juga berkontribusi nyata dalam program strategis nasional, di antaranya:
* Swasembada Pangan: Bersama TNI, Pemda, dan kelompok tani, Polda Kalteng sukses mengawal program swasembada jagung yang hingga tahun 2026 telah mencapai luas tanam 6.500 hektar dengan hasil panen lebih dari 5.000 ton.

* Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG): Polda Kalteng membangun 28 unit SPPG (18 operasional, 7 pra-operasional, dan 3 dalam tahap pembangunan) yang diproyeksikan memberikan manfaat gizi kepada 77.264 penerima di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Pada momentum yang penuh kebanggaan ini, Polda Kalteng menerima kehormatan tertinggi berupa penghargaan Samkaryanugraha Sakanti. Penghargaan ini disematkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, dedikasi, dan kinerja kepolisian di Bumi Tambun Bungai.

Wakapolda menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh personel, Bhayangkari, purnawirawan, serta mitra kerja yang andil dalam pencapaian ini. Ia berpesan agar penghargaan tersebut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian ke depan.

Menutup amanatnya, Brigjen Pol Yosi Muhamartha menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas di daerah.

Fokus utama diarahkan pada pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui patroli terpadu dan deteksi dini, serta pemberantasan peredaran narkoba, kejahatan siber, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Polda Kalteng menegaskan pentingnya memperkokoh soliditas internal dan sinergi kolaboratif bersama TNI, Pemda, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, serta insan pers demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju, aman, dan sejahtera. (Abimanyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini