Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

1 Bulan Diteror Mantan Pacar Hingga Ngancam Nyiram Air Keras, SPG di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Pemuda Pengangguran Dibina Dan Dimediasi

Palangka Raya – Bunga (27) yang bekerja sebagai sales promotion girls (SPG) di Palangka Raya sudah tidak tahan lagi selama satu bulan diteror oleh mantan pacarnya, sebut saja Kumbang (31) pemuda pengangguran yang sampai sekarang masih berstatus lajang.

Bunga yang pernah pacaran dengan Kumbang selama satu tahun tersebut, akhirnya memutuskan curhat ke Cak Sam Polda Kalteng untuk mendapatkan solusi terbaik, Rabu (3/12/2025) siang.

“Saya sudah hampir satu bulan ini cak di ganggu dan di teror oleh mantan saya , baik secara mental , fisik kepala saya di pukul 2 kali sampai bengkak, properti rumah saya dirusak sprti pintu jebol karna di dobrak dia nyelinap masuk dalam rumah . Dia ngancam mau bunuh saya dan siram pakai air keras terus dia juga pernah nyerang saya di jalan saat berangkat kerja dan smpai sekarang masih meneror saya dgn chatt2 mmbuat saya terganggu hanya karna tidak mau hubungan ini berakhir padahal yang memutuskan hubungan dia sendiri tp dia juga ga terima sampai bertindak sejauh ini padahal saya sudah kasih waktu untuk dia menyadari dan supaya dia tidak bertindak lebih jauh karna memikirkan teman, keluarga satu sama lain sempat jg saya minta pertolongan dr pihak keluarganya tapi mereka angkat tangan dan menyerahkan ke saya jg cak . Saya minta tolong cak untuk membantu menyelesaikan masalah saya ini cak,” isi curhat Bunga ke Cak Sam.

Cak Sam kemudian menghubungi Kumbang untuk dipertemukan dengan Bunga dan diberikan pembinaan serta peringatan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, karena yang dilakukan tersebut melanggar hukum.

Setelah diberikan pembinaan, akhirnya Kunbang menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Bunga serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version