Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Pacaran 5 Tahun Mokondo, Diputuskan Tak Mau Lalu Ngancam Hancurkan Karir Dan Unggah Ujaran Kebencian di Medsos, Guru SLTA di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Oknum Kuli Bangunan Dibina Dan Dimediasi di MALAPI

Palangka Raya – Bunga (27) guru SLTA di Kota Palangka Raya curhat ke Cak Sam Polda Kalteng karena mantan pacarnya sebut saja Kumbang (31)mengancam akan menyebarkan aibnya di media sosial karena tidak mau diputuskan dan tidak mau diajak balikan, Rabu (25/2/2026).

“Saya mau konsultasi minta pendapat, ceritanya begini cak…Saya ini dulu punya pacar. Lalu kisaran bulan juni 2025 saya putus. Dan habis putus saya punya pacar lagi hingga skrg. Namun pacar saya yg terdahulu itu tidak terima saya putuskan. Dan meminta balik kembali. Awalnya saya tidak mau cak balik karna saya ada pacar. Tp pacar saya terdahulu merengek minta balik cak. Singkat cerita sudah beberapa minggu ini mengancam saya dan pacar saya cak. Bahkan mengancam karir saya danpacar saya cak. Mantan pacar saya juga koar2 di medsos cak mengata2in saya yg macam2. Bagaimana ya cak?,” curhat Bunga ke Cak Sam.

Bunga yang berstatus janda anak satu tersebut, pernah pacaran dengan Kumbang yang bekerja sebagai kuli bangunan selama 5 tahun dan beberapa bulan yang lalu putus karena sudah tidak ada kecocokan lagi, juga karena beda agama.

Selama pacaran, Bunga sering membelikan makan untuk Kumbang, membelikan baju, jaket, hingga membelikan handphone. Kumbang mengaku tidak bisa hidup tanpa Bunga.

Setelah menerima curhatan Bunga, Cak Sam kemudian menghubungi Kumbang untuk dipertemukan dengan Bunga dan pacar baru Bunga di MALAPI.

Cak Sam lalu memberikan pembinaan kepada Kumbang agar bijak bermedia sosial dan tidak lagi mengganggu Bunga dan pacar baru Bunga.

Akhirnya, Kumbang menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Bunga serta, berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version