Kebakaran Rumah Kosong di Jalan Matal Palangka Raya, Api Diduga Berasal dari Kasur Bekas, Kerugian Capai Rp5 Juta
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah kosong di Jalan Matal, Gang Sariau, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.17 WIB.
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati api hanya membakar bagian dinding depan rumah berbahan kayu dengan lantai semen.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Ratna (50) seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, sebelum kejadian sempat melihat sejumlah anak-anak bermain petasan di sekitar area tersebut. Saksi kemudian melanjutkan aktivitasnya, namun tak lama kemudian saat kembali keluar rumah, ia melihat api sudah menyala di bagian teras rumah kosong tersebut.
“Awalnya api terlihat dari depan teras. Di situ memang ada bekas tilam atau springbed yang sudah tidak terpakai,” ungkap Ratna.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke dinding depan hingga mendekati bagian bawah atap seng. Khawatir api meluas ke rumah warga lainnya, saksi bersama anak dan sejumlah tetangga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember dan wadah seadanya.
Upaya tersebut cukup efektif dalam menahan laju api hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tak lama berselang, sejumlah armada Damkar datang dan langsung melakukan penyiraman untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Usai api berhasil dipadamkan, pemilik rumah diketahui pasangan suami istri, salah satunya Bambang (75), tiba di lokasi setelah mendapatkan kabar dari warga sekitar. Bambang menjelaskan bahwa rumah tersebut sudah sekitar satu tahun tidak ditempati karena dirinya tinggal bersama anaknya di kawasan Jalan RTA Milono.
“Rumah ini memang kosong, rencananya mau diperbaiki sedikit demi sedikit. Sudah disiapkan juga material seperti pasir dan kayu di samping rumah,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa aliran listrik ke rumah tersebut sudah lama diputus, sehingga tidak ada sambungan listrik aktif di lokasi kejadian.
Di sekitar titik awal kebakaran, warga menemukan sisa bungkus petasan yang masih baru. Bau belerang pun masih tercium, sehingga muncul dugaan sementara bahwa api berasal dari petasan yang dimainkan anak-anak dan mengenai benda mudah terbakar di teras rumah.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Berkat kesigapan warga dan petugas, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih luas ke bangunan lain di sekitarnya.
Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Proses penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 14.50 WIB. Setelah melakukan pendataan akhir serta pengecekan personel, armada, dan peralatan, seluruh petugas kembali ke markas komando Damkar.
Dalam penanganan kejadian ini, Damkar turut didukung oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya relawan pemadam kebakaran (Redkar), TNI/Polri, PLN, Dinas Kehutanan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Provinsi Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan