Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Pertamina Buka Suara soal Antrean Panjang BBM di Palangka Raya, Sebut Warga Panik Akibat Isu Kelangkaan Stok

Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Pertalite dan Pertamax di Kota Palangka Raya menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengatakan lonjakan antrean dipicu meningkatnya pembelian BBM secara bersamaan oleh masyarakat, baik untuk jenis Pertalite maupun Pertamax.

“Kami amati memang terdapat peningkatan pembelian bersamaan, baik Pertalite maupun Pertamax,” kata Donny, Jumat (8/5/2026).

Menurut Donny, peningkatan konsumsi BBM dipengaruhi perubahan pola pembelian masyarakat setelah muncul isu keterbatasan stok dan penyesuaian harga BBM beberapa waktu lalu.

Ia menyebut sebagian pengguna Pertamax kini beralih membeli Pertalite. Kondisi itu menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi lebih panjang dibanding hari biasa.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menambah distribusi BBM ke SPBU-SPBU di Palangka Raya, khususnya untuk Pertamax. Pasokan Pertamax dari Depot Pulang Pisau yang sebelumnya rata-rata 190 kiloliter per hari kini ditambah sekitar 10 hingga 15 persen.

“Khususnya untuk Pertamax saat ini kami sudah melakukan penambahan pasokan sekitar 10 sampai 15 persen dari kebutuhan normal,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina memastikan stok Pertalite di Palangka Raya masih dalam kondisi aman. Kebutuhan normal Pertalite yang berkisar 400 hingga 420 kiloliter per hari kini ditingkatkan menjadi sekitar 500 kiloliter per hari.

“Seharusnya aman. Makanya kami imbau masyarakat tetap tenang karena stok tersedia,” kata Donny.

Terkait dugaan penimbunan atau permainan distribusi BBM di tingkat SPBU, Pertamina mengaku belum menemukan indikasi pelanggaran. Meski demikian, perusahaan tetap membuka koordinasi dengan aparat kepolisian apabila ditemukan dugaan pelanggaran di lapangan.

“Kalau untuk penegakan hukum di luar itu, nanti kami tetap bekerja sama dengan Pak Kapolda,” ujarnya.

Donny tidak menampik kemungkinan adanya penimbunan yang turut memengaruhi panjangnya antrean BBM di Palangka Raya. Namun ia memastikan distribusi BBM masih berjalan normal melalui 17 SPBU resmi yang beroperasi di kota tersebut.

“Kami yakinkan masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa melalui pengecer,” tuturnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini