Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Posko Terpadu GDAN Didirikan di Puntun, Sadagori Henoch Binti: Negara Hadir, yang Masih Jualan Narkoba Segeralah Bertobat!

Ketua GDAN, Sadagori Henoch Binti (Ririn Binti), saat sesi wawancara bersama Kapolda dan Pj. Sekda Kalteng.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Komitmen bersama dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Hal ini ditegaskan dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) yang berlokasi di Jalan Rindang Banua Ujung, kawasan Puntun, Kota Palangka Raya, pada Senin (1/6/2026).

Ketua GDAN, Sadagori Henoch Binti (Ririn Binti), menyatakan bahwa pendirian posko terpadu ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Gubernur dan Kapolda. Kehadiran posko ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan elemen masyarakat dalam memerangi narkoba.

“Berdirinya posko terpadu anti narkoba ini menyatakan negara hadir! Dan sebagaimana Pak Kapolda bilang tadi, sudah memperingatkan sekali lagi, yang masih berjualan (narkoba), bertobat! Kalau tidak, tindakan hukum akan dinyatakan bagi mereka,” tegas Sadagori saat diwawancarai usai kegiatan.

Ia menjelaskan, posko terpadu ini nantinya akan dijaga ketat selama 24 jam penuh oleh aparat keamanan yang bersinergi dengan GDAN serta masyarakat adat Dayak setempat. Sembari berjaga, petugas juga akan gencar melakukan sosialisasi edukatif kepada masyarakat sekitar.

“Selain berjaga-jaga, kita juga akan melakukan sosialisasi supaya warga di tempat ini memiliki kemampuan untuk bersama-sama memerangi narkoba. Saya yakin dan percaya dengan pertolongan Tuhan, Kampung Puntun yang awalnya memegang stigma negatif sebagai pasar narkoba, akan berubah menjadi kampung yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan,” tambahnya optimis.

Ketika dikonfirmasi mengenai unsur mana saja yang akan terlibat dalam penjagaan posko tersebut, Sadagori membeberkan bahwa GDAN dipercaya sebagai koordinator lapangan yang akan bersinergi dengan berbagai instansi terkait.

“Nanti akan melibatkan teman-teman dari aparat kepolisian, mulai dari Brimob, Ditresnarkoba, serta dari pihak TNI (Kodam). Selain itu, kami juga melibatkan Satpol PP, organisasi masyarakat lainnya, hingga tokoh masyarakat setempat. Kita berjaga-jaga di sini 1×24 jam penuh sambil terus melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

Dengan adanya posko terpadu ini, diharapkan kawasan Puntun dapat bersih dari jerat narkoba dan bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, kondusif, serta ramah bagi seluruh warganya. (Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version