Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Menembus Batas Gerak: Intip Keseruan Malam Kedua Pentas Tari Kontemporer CKCM 2026!

Buah konsistensi selama 4 bulan! Salah satu aksi memukau dari 4 koreografer muda yang sukses menerjemahkan gerak kontemporer berbasis tradisi pada malam kedua showcase CKCM 2026 di Taman Budaya Kalteng. Dok. Bimaraya

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Pergelaran Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) edisi 2026 memasuki malam kedua pelaksanaan di UPT. Taman Budaya Kalteng, Kota Palangka Raya, Kamis (23/07/2026). Setelah sukses memukau penonton pada malam pertama, ajang ini kembali menyuguhkan eksplorasi gerak tubuh yang mendalam.

Direktur Program CKCM, Abib Habibi Igal, menjelaskan bahwa panggung malam kedua ini menjadi wadah unjuk gigi bagi empat koreografer berikutnya. Karya-karya yang ditampilkan merupakan buah dari komitmen dan kerja keras selama berbulan-bulan.

“Malam ini adalah malam kedua untuk showcase CKCM. Jika malam kemarin kita sudah menyaksikan empat karya, maka malam ini ada empat karya lagi yang dipentaskan. Seluruh karya ini merupakan hasil dari kelas inkubasi yang telah berjalan selama empat bulan terakhir,” ujar Abib saat ditemui di sela-sela persiapan acara.

Didampingi para koreografer yang bersiap naik panggung, Abib menyampaikan harapannya agar pertunjukan di malam kedua ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Ia mengapresiasi keberanian para seniman muda ini dalam mempresentasikan hasil pemikiran dan eksplorasi mereka ke hadapan publik.

Ketika disinggung mengenai rencana peningkatan kualitas CKCM di masa mendatang, Abib mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi berkala. Berdasarkan catatan dari dua tahun terakhir, fokus pengembangan kini mulai diperluas.

“Untuk ke depan, kami mulai memetakan kembali berbagai permasalahan atau kasus yang ditemukan selama proses CKCM berjalan. Dua tahun belakangan ini, fokus kami tidak hanya pada penguatan kapasitas koreografernya saja, melainkan juga pada pembangunan disiplin tubuh serta eksplorasi ketubuhan dari para penarinya. Hal-hal ini yang masih perlu terus kita kerjakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abib menekankan bahwa esensi utama dari CKCM bukanlah sekadar hasil akhir yang sempurna di atas panggung, melainkan proses pembelajaran dan keberanian seni itu sendiri. Panggung ini menjadi ruang eksperimen berharga di mana tradisi dan modernitas bertemu.

“Bagi kami di CKCM, hasil akhir bukan target utama. Yang paling penting adalah proses bagaimana mereka menjadi berani untuk mengeksekusi karya-karya baru dalam bentuk kontemporer, namun tetap berbasis pada pengetahuan tradisi. Kami akan terus mencoba mencari jalan-jalan baru untuk mengembangkan ekosistem tari ini,” pungkas Abib. (Abimanyu/bayu).

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini