Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Bikin Geger! Dua Ular Piton 3,5 Meter Ditemukan Mengerami 70 Telur di Bawah Lantai, BPK Kamboja Turun Tangan

Dua ekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter ditemukan sedang mengerami total 70 butir telur di bawah lantai dapur rumah warga Jalan Anggrek, kawasan seberang Terminal WA Gara, Palangka Raya, Kamis (06/08/2026). Dok. BPK Kamboja

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Dua ekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter ditemukan sedang mengerami total 70 butir telur di bawah lantai dapur rumah warga Jalan Anggrek, kawasan seberang Terminal WA Gara, Palangka Raya, Kamis (06/08/2026). Kedua ular tersebut dievakuasi Tim BPK Kamboja setelah tukang bangunan menemukannya saat membongkar lantai keramik dapur.

Komandan BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pemilik rumah setelah tukang bangunan menemukan ular piton di ruang kosong di bawah lantai.

“Ketika lantai keramik dipecah sekitar dua meter persegi, terlihat seekor ular piton melingkar sedang mengerami sekitar 35 butir telur. Karena khawatir berbahaya, pemilik rumah meminta bantuan Tim BPK Kamboja untuk melakukan evakuasi,” ujar Sucipto.

Mendapat laporan tersebut, tim menuju lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) dan membawa peralatan khusus untuk menangkap ular.

Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap ular pertama. Ular dengan diameter tubuh sekitar 3,5 inci dan panjang mencapai 3,5 meter itu sempat memberikan perlawanan sehingga proses penangkapan berlangsung sekitar 45 menit.

Setelah berhasil diamankan ke dalam karung, ular pertama dibawa ke mobil operasional BPK Kamboja. Namun, petugas kemudian memastikan kembali kondisi bagian bawah lantai dapur untuk mengantisipasi keberadaan ular lain.

Sucipto mengatakan, pemilik rumah kemudian menanyakan kemungkinan masih adanya ular di bawah lantai. Tim meminta pembongkaran dilanjutkan pada bagian lantai yang belum dibuka.

Sekitar 15 menit kemudian, petugas kembali menemukan seekor piton dengan ukuran hampir sama. Ular kedua juga ditemukan sedang mengerami sekitar 35 butir telur.

“Ular kedua sempat menghilang saat akan dievakuasi sehingga kami bersama pemilik rumah dan tukang kembali membongkar bagian lantai yang tersisa. Setelah ditemukan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati,” kata Sucipto.

Proses evakuasi ular kedua berlangsung sekitar 35 menit hingga petugas berhasil mengamankan ular tersebut bersama telurnya.

Secara keseluruhan, Tim BPK Kamboja mengevakuasi dua ekor piton dengan panjang masing-masing sekitar 3,5 meter beserta 70 butir telur. Telur-telur tersebut berukuran hampir sebesar telur angsa dan ditemukan dalam kondisi saling menempel.

Setelah dievakuasi, kedua ular bersama telur-telurnya dibawa menggunakan mobil operasional BPK Kamboja. Satwa tersebut selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitat alami yang jauh dari permukiman warga.

Masyarakat diimbau tidak mencoba menangkap atau mengevakuasi satwa liar berbahaya secara mandiri. Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, warga dapat menghubungi petugas berwenang agar proses evakuasi berlangsung aman. (red)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini