Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara (PPN) Gelar FGD: Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional Mulai dari Tingkat Kelurahan dan Desa
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara (PPN) sukses menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema penting: “Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Tingkat Lokal (Kelurahan/Desa).” Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan, menghidupkan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan dari unit masyarakat yang paling dekat, yaitu desa dan kelurahan, pada Jumat (22/05/2026).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan narasumber ahli, di antaranya Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang; Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin; perwakilan Kapolda Kalteng (Dir Intelkam); perwakilan Pangdam XXII/Tambun Bungai; serta perwakilan Forkopimda Kota Palangka Raya. Selain itu, hadir pula akademisi ternama sebagai narasumber, yaitu Dr. Eli Karliani (Praktisi Pendidikan) dan Dr. Fitria Husnatarina (Praktisi Ekonomi), serta diikuti oleh para camat, lurah, Kapolsek Pahandut, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, rekan-rekan Cipayung Kota Palangka Raya, dan ketua Hima se-Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPN, Fiteli Waruwu, menyampaikan bahwa negara yang besar dibangun dari fondasi desa-desa yang kokoh. Mengutip pandangan sosiolog Prof. Dr. Selo Soemardjan, ia menekankan bahwa keberagaman suku di Kalteng, seperti Dayak, Melayu, Jawa, Banjar, dan lainnya, merupakan modal sosial terbesar yang harus dirawat dengan rasa saling percaya dan kesetiaan pada tanah air.
“Ketahanan nasional bukan hanya soal militer, melainkan kondisi dinamis yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan yang semuanya bermula dari tingkat lokal,” ujarnya menyitir pandangan Lemhannas dan Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Hari Sabarno. PPN menegaskan bahwa kemajuan ekonomi desa adalah ketahanan ekonomi; kerukunan warga adalah ketahanan sosial budaya; dan penolakan pemuda terhadap perpecahan adalah wujud ketahanan ideologi.
Di tengah tantangan era digital, seperti derasnya informasi yang tidak terfilter dan potensi gesekan sosial, FGD ini dirancang untuk merumuskan tiga solusi nyata:
1. Strategi menanamkan wawasan kebangsaan pada anak-anak dan pemuda desa.
2. Pemanfaatan kearifan lokal, adat, dan budaya untuk memperkuat persatuan.
3. Kontribusi aktif pemuda dalam membangun ekonomi desa.
Sebagai pelaku perubahan, Dewan Pengurus Pusat PPN berkomitmen penuh menjadi jembatan bagi pemuda untuk bergerak demi kemajuan daerah dan kedaulatan bangsa. Melalui forum ini, seluruh peserta diajak untuk membawa pulang ilmu yang didapat guna diimplementasikan di lingkungan masing-masing.
“Mari kita ambil manfaat dari para narasumber, lalu bawa kembali ilmunya ke desa dan kelurahan. Jadilah pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa besar, yang mengerti bahwa nasib bangsa ada di tangan kita, dimulai dari tempat kita berpijak,” tutup Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPN, Fiteli Waruwu.
Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara
Palangka Raya, 22 Mei 2026
(red/ist)









Tinggalkan Balasan