Kenal di Tiktok Diajak VCS Dan Diancam Disebarkan Videonya, Mahasiswa Yang Juga Barista di Palangka Raya Curhat Virtual Sambil Nangis ke Cak Sam Polda Kalteng
Palangka Raya – “Jangan video call sex (VCS) dengan siapapun, apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial, karena VCS bisa direkam layar dan akan dijadikan alat pengancaman juga pemerasan,” Imbauan tersebut sudah sangat sering disampaikan Cak Sam baik melalui medsos maupun waktu menyampaikan materi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.
Namun faktanya, masih banyak masyarakat yang terpedaya dengan jenis kejahatan modus love scamming tersebut. Baik laki-laki maupun perempuan, mulai umur 15-65 tahun, mulai lulusan SD-S3, mulai dari emak-emak, bapak-bapak, kuli bangunan sampai pejabat, dan lain-lain.
Seperti yang terjadi kali ini, Kumbang (20) seorang mahasiswa yang sambil bekerja sebagai barista di Kota Palangka Raya, diancam akan disebarkan video syurnya oleh seseorang yang baru dikenalnya melalui media sosial tiktok.
“permisi cak. aku diperas, aku ditipu, saya diajak vc, dia maksa. tiba” saya nafsu juga cak. tiba” saya diperas sekarang pang. dia minta 400. Sy knal dari tiktok. trus di ss saya dan direkam. pas keliatan muka saya. ini sdh saya tf 200.saya kuliah dan kerja. saya lagi panik cak. privasi saya, harga diri saya cak. saya merasa malu. Takut dia kirim ke followers tiktok saya. soalnya banyak banget teman” saya, tlong sy cak,’ curhat Kumbang panik.
Cak Sam menyarankan kepada Kumbang untuk membuat laporan resmi ke Polda agar pelaku bisa diproses hukum, namun Kumbang tidak mau karena ia merasa malu dan tidak mau masalah ini menjadi panjang.
Cak Sam kemudian menghubungi pelaku dan memberikan peringatan keras agar tidak menyebarkan konten pornografi dan tidak melakukan pemerasan karena itu melanggar hukum dan bisa dipenjara.
Pelaku akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyebarkan konten pornografi dan tidak meminta uang.
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan