Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Raih 37 Suara, Prof Bhayu Rhama Resmi Terpilih Menjadi Rektor Universitas Palangka Raya

​Sah! Prof. Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR Periode 2026–2030. (Dok. IST/Bimaraya.com)

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 setelah meraih 37 suara dalam pemungutan suara akhir Pemilihan Rektor (Pilrek) di Aula Rahan UPR, Palangka Raya, Kamis (01/10/2026). Pemilihan melibatkan Senat UPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan total 63 hak suara.

Bhayu memperoleh 37 suara, sementara dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang, S.H., M.Kn. mendapat 14 suara dan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si. memperoleh 12 suara.

Dengan hasil tersebut, Bhayu menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam tahapan akhir Pilrek UPR periode 2026–2030.

Bhayu Raih 37 dari 63 Suara

Sebanyak 63 hak suara digunakan dalam tahapan akhir Pilrek UPR. Komposisinya terdiri dari 41 suara Senat UPR dengan bobot 65 persen dan 22 suara dari Kemdiktisaintek dengan bobot 35 persen.

Rincian hasil pemungutan suara sebagai berikut:

Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D.: 37 suara

Dr. Thea Farina Embang, S.H., M.Kn.: 14 suara

Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si.: 12 suara

Total: 63 suara

Perolehan 37 suara tersebut setara sekitar 58,7 persen dari seluruh suara dalam pemilihan akhir.

Hasil tersebut mengakhiri rangkaian Pilrek UPR yang berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari penjaringan dan verifikasi bakal calon, penyaringan kandidat, hingga pemungutan suara final.

Perolehan Suara Berubah dari Tahap Pertama

Perolehan suara Bhayu pada pemilihan akhir berubah dibandingkan hasil penyaringan tahap pertama yang digelar Senat UPR pada 9 Juli 2026.

Pada tahap tersebut, Thea Farina memperoleh 16 suara. Bhayu Rhama dan Liswara Neneng masing-masing memperoleh 11 suara.

Hasil tahap pertama digunakan untuk menentukan tiga kandidat yang melanjutkan proses pemilihan dan tidak diakumulasikan dengan suara pada pemilihan final.

Ketiga kandidat kemudian mengikuti tahapan di Kemdiktisaintek, termasuk wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada 20 Agustus 2026.

Pada pemungutan suara final Kamis (01/10/2026), Bhayu memperoleh 37 suara dan menempati posisi teratas. Hasil pemilihan tersebut menetapkan Bhayu sebagai calon terpilih untuk periode kepemimpinan 2026–2030.

Pilrek UPR Sempat Mengalami Polemik

Rangkaian Pilrek UPR periode 2026–2030 sebelumnya berlangsung cukup panjang dan sempat mendapat perhatian publik.

Salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan penafsiran persyaratan pengalaman manajerial bagi bakal calon rektor. Persoalan tersebut kemudian turut dibawa ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Tengah serta jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Meski terdapat proses tersebut, tahapan pemilihan tetap berlanjut hingga menghasilkan tiga kandidat yang mengikuti pemungutan suara akhir, yakni Bhayu Rhama, Thea Farina Embang, dan Liswara Neneng.

Sebelum hasil akhir ditetapkan, Kemdiktisaintek juga memperpanjang masa jabatan Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. sebagai Rektor UPR karena proses pemilihan rektor periode 2026–2030 belum selesai. Perpanjangan berlaku sampai rektor definitif ditetapkan dan dilantik.

Dari Dekan FISIP Menuju Rektor UPR

Bhayu Rhama sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR. Data resmi UPR mencatat Bhayu sebagai akademisi bidang Administrasi Negara dan profesor di lingkungan FISIP.

Ia menyandang gelar S.T., M.B.A., Ph.D. dan tercatat menjadi bagian dari lingkungan akademik UPR sejak 2010. Dalam data UPR, Bhayu tercatat memiliki bidang keahlian Administrasi Negara.

Dalam rangkaian Pilrek, Bhayu membawa gagasan pengembangan kampus bertajuk “UPR Berbakat dan Bereputasi”.

Ia juga menyampaikan komitmen membangun kepemimpinan kampus yang terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa, media, serta seluruh unsur sivitas akademika.

Kolaborasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan posisi UPR sebagai salah satu pusat pembangunan SDM di Kalimantan Tengah menjadi bagian dari gagasan kepemimpinan yang disampaikannya selama proses Pilrek.

Hasil pemungutan suara pada Kamis (01/10/2026) menjadi dasar proses penetapan dan tahapan administrasi menuju kepemimpinan Rektor UPR periode 2026–2030. Pelantikan rektor definitif menjadi tahapan selanjutnya sebelum Bhayu menjalankan masa jabatan tersebut secara penuh. (red)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini