Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Jawab Kritik dan Desakan Mundur, Menhut Raja Juli Antoni Sampaikan Respons Tegas Saat Tinjau Karhutla Taman Nasional Sebangau

Menhut Raja Juli Antoni saat sesi doorstop didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin usai meninjau titik Karhutla di Hutan Taman Nasional Sebangau, KM. 23, Kota Palangka Raya. (Dok: Abimanyu/Bimaraya.com)

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Taman Nasional Sebangau, Jalan Tjilik Riwut KM 23, Kota Palangka Raya, Kalteng, Selasa (13/10/2026). Menhut menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah tidak pernah tinggal diam menghadapi kondisi karhutla yang melanda wilayah tersebut.

“Kami dari pemerintah pusat maupun daerah mempunyai empati yang sangat dalam terhadap masyarakat yang tiga bulan terakhir terpapar asap. Ini memotivasi kami untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Sama sekali kita tidak lepas tangan atau cuci tangan,” ujar Raja Juli saat diwawancarai awak media usai peninjauan.

Raja Juli menjelaskan, penanganan di lapangan kini difokuskan pada penyekatan atau pemutusan “kepala api” untuk mencegah kebakaran meluas. Pemerintah menerjunkan alat berat seperti ekskavator serta membuat sumur bor setiap 50 meter di titik-titik rawan.

“Bukan lagi sekadar mengejar api, tetapi kita cegat kepala apinya menggunakan alat berat dan memperbanyak sumur bor. Penanganan di lapangan sangat tidak mudah, tidak sesederhana membuat caption di media sosial,” tegasnya.

Selain penanganan darat oleh Satgas gabungan TNI, Polri, dan Manggala Agni, pemerintah juga terus memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Meski armada helikopter water bombing disiagakan dalam jumlah cukup, operasinya sempat terkendala oleh jarak pandang (visibility) yang terbatas akibat asap pekat.

BMKG memprediksi hujan alami di kawasan Kalimantan Tengah baru akan turun pada awal November.

Menanggapi berbagai kritik dan saran dari masyarakat, Menhut menyambutnya secara terbuka dan menganggap masukan tersebut sebagai dorongan positif.

“Kritik, saran, bahkan kritik pedas sekalipun kami terima sebagai vitamin untuk bekerja lebih keras lagi. Kami butuh dukungan seluruh masyarakat agar kita bisa bersama-sama menghadapi bencana ini,” tambahnya.

Terkait data pasti luas lahan yang terbakar di kawasan Taman Nasional Sebangau, Raja Juli menyatakan bahwa perhitungan secara presisi dan akuntabel masih terus dilakukan sebelum dirilis secara resmi ke publik.

Sementara itu, saat ditanya mengenai desakan mundur dari jabatannya, Raja Juli menegaskan saat ini ia memilih untuk tetap fokus bekerja menanggulangi karhutla di lapangan. (Abimanyu/bayu)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini