Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Ingatkan Risiko, DPRD Soroti Kebersihan Pasar Ramadan

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Meningkatnya aktivitas jual beli selama bulan Ramadan di Kota Palangka Raya berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan kebersihan yang optimal. Hal tersebut menjadi perhatian Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

Ia menegaskan bahwa aspek kebersihan dalam pelaksanaan pasar Ramadan tidak hanya menyangkut kenyamanan pengunjung, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

“Kebersihan pasar Ramadan harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai tingginya antusiasme masyarakat justru menimbulkan persoalan kesehatan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik atau makanan yang kurang higienis,” ucapnya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, pasar Ramadan merupakan pusat aktivitas ekonomi musiman yang selalu dipadati warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi tersebut, jika tidak diimbangi pengawasan ketat, berisiko memicu penumpukan sampah serta potensi penyebaran penyakit akibat sanitasi yang kurang terjaga.

Ia menilai pengelolaan sampah dan pengawasan kebersihan makanan harus dilakukan secara maksimal. Instansi terkait diminta rutin melakukan pemantauan di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan tempat sampah yang memadai serta sistem pengangkutan yang berjalan secara berkala selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, Rana juga menyoroti pentingnya higienitas makanan dan minuman yang dijual pedagang. Proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian harus memenuhi standar kebersihan agar tidak membahayakan konsumen.

“Pedagang juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan konsumen. Kebersihan lapak, peralatan, hingga bahan makanan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya kesadaran bersama antara pedagang, pengelola, dan pemerintah daerah, pasar Ramadan tahun ini dapat berlangsung tertib, bersih, dan aman. Dengan demikian, kegiatan ekonomi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version