SEMMI Kalteng: Sangat Tidak Etis, Momentum Qurban Dijadikan Ajang Politisasi dan Kegaduhan Elite DPRD
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Kalimantan Tengah mengecam polemik pengurusan proposal hewan qurban yang menyeret nama Komisi III DPRD Kalimantan Tengah dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalteng. Organisasi mahasiswa itu menilai kegaduhan tersebut mencederai kesakralan momentum Hari Raya Idul Adha.
Ketua Umum PW SEMMI Kalteng, Afan Safrian, mengatakan ibadah qurban memiliki nilai spiritual dan sosial yang seharusnya dijaga dari kepentingan politik maupun konflik birokrasi. Menurut dia, qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, wujud syukur atas rezeki, serta sarana berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Momentum Idul Adha jangan dikotori drama birokrasi dan ego elite yang tidak etis. Sangat memuakkan melihat pejabat publik meributkan permohonan proposal hewan qurban,” kata Afan dalam keterangan tertulis, Selasa.
Ia menegaskan anggaran yang dikelola pemerintah daerah, termasuk melalui Biro Kesra maupun dana aspirasi, berasal dari uang rakyat. Karena itu, penggunaan anggaran tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat luas tanpa diwarnai polemik politik.
PW SEMMI Kalteng juga menyindir anggota Komisi III DPRD Kalteng yang dinilai terlalu mempermasalahkan proses pengajuan proposal qurban. Afan menyebut, apabila niat berqurban dilakukan secara tulus, para anggota legislatif dapat menggunakan dana pribadi tanpa bergantung pada mekanisme birokrasi daerah.
“Daripada sibuk mempermasalahkan proposal dan terkesan mengemis birokrasi, kalau memang niat berqurban, kenapa tidak menyisihkan dari kantong pribadi setiap anggota,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan SEMMI Kalteng siap ikut membantu apabila diperlukan penggalangan donasi untuk pelaksanaan qurban. Menurut Afan, langkah tersebut lebih mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dibanding memperdebatkan penggunaan anggaran pemerintah.
Di akhir pernyataannya, PW SEMMI Kalteng mengingatkan agar APBD difokuskan pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Organisasi itu meminta polemik serupa tidak kembali terjadi agar nilai ibadah qurban tetap terjaga. (red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan