Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Kapolda Kalteng Beberkan Alasan Anggota Terjun ke Sungai Saat Diserang di Tumbang Kalemei, Keputusan Diambil Demi Keselamatan Warga Sipil

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan saat menyampaikan keterangan.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan membeberkan kronologi lengkap terkait insiden penyerangan yang menewaskan tiga personelnya saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Konferensi pers tersebut digelar bersama jajaran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Lobby Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (07/06/2026).

Kronologi Kejadian di TKP Pertama
Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa insiden bermula di tempat kejadian perkara (TKP) pertama, di mana para personel kepolisian mendapatkan perlawanan sengit dari terduga pelaku, pihak keluarga, beserta kelompoknya.

Massa dari pihak pelaku melakukan aksi anarkis dengan berteriak histeris dan mengacungkan senjata tajam.

“Ini pelaku yang banyak melakukan tindakan dengan mengacungkan parang, kemudian berteriak-teriak,” ujar Kapolda Kalteng.

Teriakan provokatif berupa “rampok-rampok” dari pihak pelaku memancing perhatian warga sekitar untuk berdatangan ke lokasi karena penasaran.

Melihat situasi yang kian ramai oleh masyarakat umum, pihak kepolisian pun harus mengambil keputusan krusial di lapangan.

Anggota Mundur Demi Melindungi Masyarakat

Demi menghindari adanya korban jiwa dari masyarakat sipil yang berada di lokasi, tim kepolisian di lapangan memilih untuk memundurkan diri dengan cara terjun ke sungai.

“Pertimbangannya, kita menghindari jangan sampai ada warga masyarakat yang menjadi korban. Jadi anggota kami memutuskan untuk mundur dan tindakan mundurnya dilakukan dengan terjun ke sungai,” jelas Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Dari seluruh personel, hanya ada satu anggota yang tidak ikut terjun karena memilih bersembunyi di dekat TKP awal.

Serangan Bertubi-Tubi Menggunakan Kelotok di Sungai

Setelah terjun ke sungai, para personel berenang sejauh kurang lebih 400 meter hingga berhasil menepi di area pulau-pulau kecil di tengah sungai. Di titik tersebut, para anggota sempat berkumpul kembali dan menyadari bahwa beberapa di antara mereka telah mengalami luka-luka.

Nahas, kelompok pelaku ternyata tidak menghentikan aksinya. Mereka terus memburu dan melakukan serangan susulan dari dua arah, baik dari darat maupun lewat jalur air menggunakan perahu kelotok.

Kesaksian Berharga: Pelaku Mengaku Telah ‘Menghabisi’ Polisi

Pihak Polda Kalteng menegaskan situasi ini masih terus didalami dalam proses penyidikan. Kendati demikian, polisi telah mengantongi bukti kuat mengenai adanya tindakan kekerasan fatal setelah mengamankan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu,” pungkas Kapolda Kalteng dengan tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version