Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Kapolda Kalteng Tegaskan Tak Akan Mundur Berantas Narkoba Pasca-gugurnya Anggota di Katingan

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan didampingi Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak akan mundur selangkah pun dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Hal ini disampaikan menyusul insiden penyerangan terhadap sejumlah anggota kepolisian saat melakukan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam konferensi pers bersama Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Lobby Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (07/06/2026).

Apresiasi untuk Warga dan Penghargaan Kenaikan Pangkat dari Kapolri

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh instansi terkait dan elemen masyarakat yang telah membantu proses pencarian para personel yang sempat dinyatakan hilang. Korban saat ini telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dimakamkan secara layak.

Atas dedikasi dan pengorbanan para personel yang gugur, pimpinan tertinggi Polri juga telah memberikan penghormatan khusus.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang memberikan penghargaan kepada anggota kami yang gugur, yaitu kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi (Anumerta). Beliau juga memberikan penghargaan khusus bagi keluarga almarhum, di mana anak-anak mereka diberikan jalur khusus untuk mengikuti pendidikan Polri,” ungkap Kapolda.

Buka Akses Penuh bagi Investigasi Kompolnas

Terkait kehadiran tim Kompolnas, Kapolda menegaskan bahwa pihak Polda Kalteng menyambut baik dan memberikan keleluasaan penuh bagi para komisioner untuk meninjau langsung lima titik Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seluruh jajaran diperintahkan untuk membuka akses informasi dan pengawalan secara transparan guna mengungkap anatomi kasus ini secara utuh.

Kronologi Operasi: Diadang Provokasi dan Senjata Api

Kapolda menjelaskan bahwa operasi penindakan tersebut sebenarnya telah direncanakan dengan sangat matang berdasarkan pemantauan dan penyelidikan mendalam (surveilans). Bahkan, pihak kepolisian telah memetakan karakteristik lokasi secara detail dan melibatkan personel Polwan karena salah satu target terduga bandar teridentifikasi sebagai seorang wanita.

Namun, saat penindakan berlangsung, pihak keluarga target dan kelompok pelaku lainnya melakukan tindakan provokatif di lapangan.

“Mereka memprovokasi massa dengan meneriaki anggota kami sebagai ‘perampok’. Tidak hanya itu, para pelaku juga menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api laras panjang,” jelasnya.

Untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih besar di kalangan masyarakat, anggota kepolisian sempat memutuskan mundur ke arah belakang rumah yang berbatasan langsung dengan sungai. Saat mencoba bertahan di tepi sungai, para pelaku terus merangsek dan melakukan serangan bertubi-tubi. Akibat situasi yang terdesak, anggota kembali terjun ke sungai, di mana beberapa di antaranya diduga sempat dikepung dan diamankan oleh para pelaku hingga akhirnya gugur.

Komitmen Pemberantasan: 400 Tersangka dalam Satu Kuartal

Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan bahwa peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius dari Presiden serta Kapolri. Sebagai bukti ketegasan, Polda Kalteng mencatat telah memproses sidik sebanyak 400 tersangka kasus narkoba hanya dalam kurun waktu satu kuartal terakhir.

Pihak kepolisian juga gencar melakukan tindakan represif dan preventif, termasuk mendirikan pos pemantauan khusus di kawasan “kampung merah” (zona rawan narkoba) di Palangka Raya, yang bekerja sama langsung dengan Gerakan Dayak Anti Narkoba.

Ultimatum Keras untuk Pelaku yang Buron

Saat ini, jajaran Ditreskrimum dan Satresnarkoba telah mengamankan beberapa pelaku penyerangan di Katingan dan tengah berfokus pada penegakan hukum secara maksimal. Kapolda pun memberikan ultimatum keras kepada para pelaku lain yang masih melarikan diri.

“Saya perintahkan kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri saja ke kepolisian. Tidak ada sedikit pun kamus mundur bagi Kepolisian Kalimantan Tengah dalam menghadapi para pelaku dan bandar narkoba,” pungkas jenderal bintang dua tersebut. (Abimanyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version