AMAN Kalteng Peringati HIMAS 2026: Soroti Penjajahan Pangan Hingga Ancaman Tergusurnya Obat Tradisional
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Kalimantan Tengah memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2026 dengan menggelar talkshow dan diskusi publik di Pasar Mini Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut membahas keberlanjutan masyarakat adat, perlindungan perempuan adat, ketahanan pangan, serta kelestarian hutan dan pengetahuan tradisional.
Rangkaian kegiatan dipandu Ketua Barisan Pemuda Adat Nasional (BPAN) Kalimantan Tengah, Wahdjudae Natalian Kelvin. Diskusi menghadirkan Pj. Ketua Pengurus Harian Wilayah (PHW) AMAN Kalteng AG Rinting, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Mamut Menteng (BEK SPMM) Kalteng Irene Natalia Lambung, serta Pengobat Tradisional Dayak Lili.
AG Rinting mengatakan masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga hubungan manusia dengan alam. Ia menilai nilai-nilai adat dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.
“Masyarakat adat mengajarkan konsep ‘cukup’ dan nilai komunal, bukan penumpukan kekayaan yang memperlebar jurang ketimpangan sosial,” ujar Rinting.
Menurut Rinting, salah satu ancaman bagi masyarakat Dayak saat ini berupa terkikisnya apa yang ia sebut sebagai “infrastruktur adat”, yakni alam sebagai sumber pengetahuan pertama.
“Ketika kita kehilangan guru pertama ini, kita terpaksa berguru pada pengetahuan luar yang sering kali tidak berakar dan tidak selaras dengan realitas kehidupan di Borneo,” katanya.
Rinting menekankan pentingnya masyarakat adat menghidupi nilai-nilai yang diyakini di lingkungan internal sebelum memperjuangkannya dalam ruang yang lebih luas.
Sementara itu, Irene Natalia Lambung menyoroti posisi perempuan adat dalam menghadapi krisis ekologi dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
“Perempuan adalah penjaga napas keluarga, benteng penjelmaan adat, sekaligus penyangga identitas. Namun ironisnya, ruang dan pengakuan dari pemerintah maupun publik masih sangat minim,” ujar Irene.
Ia mengatakan perempuan tidak hanya menjalankan peran domestik saat terjadi bencana. Menurut Irene, perempuan adat juga terlibat dalam upaya menghadapi karhutla serta menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga dan komunitas.
Irene juga mengangkat isu ketahanan pangan sebagai bagian dari keberlangsungan budaya Dayak. Ia menilai ketergantungan terhadap bibit tertentu dapat mengancam kemandirian pangan dan pengetahuan lokal.
“Bentuk penjajahan paling berbahaya saat ini adalah penjajahan lewat pangan, seperti ketergantungan pada bibit hibrida,” katanya.
Menurut Irene, kebudayaan Dayak tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pengelolaan pangan dan pengetahuan yang diwariskan di lingkungan keluarga.
Pengobat Tradisional Dayak Lili turut menyoroti ancaman terhadap pengetahuan pengobatan tradisional akibat berkurangnya akses terhadap bahan-bahan yang berasal dari hutan adat.
“Racikan obat tradisional yang saya pelajari bersumber murni dari alam. Namun saat ini, sangat sulit mencari bahan obat-obatan di tanah adat dan hutan leluhur kami karena telah tergusur oleh ekspansi perkebunan sawit,” ujar Lili.
Ia mengatakan hilangnya tanah adat tidak hanya berdampak pada kepemilikan lahan, tetapi juga dapat mengurangi akses generasi berikutnya terhadap pengetahuan pengobatan tradisional.
Lili juga mengingatkan pentingnya pewarisan nilai, keyakinan, dan tradisi di tengah masyarakat. Menurutnya, keberlangsungan adat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan nilai tersebut.
“Ancaman terbesar kepunahan adat bermula ketika keyakinan, niat, dan doa mulai luntur serta berhenti diwariskan,” pungkasnya.
Melalui peringatan HIMAS 2026 di Palangka Raya, AMAN Kalteng mengangkat sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan masyarakat adat, mulai dari perlindungan alam, peran perempuan, kemandirian pangan hingga pelestarian pengetahuan tradisional. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan