Dengan Anggaran Rp130 Miliar, Huma Betang Dipersiapkan Menjadi Landmark Budaya Terbesar dan Simbol Kebanggaan Kalimantan Tengah
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai merealisasikan pembangunan Huma Betang sebagai ikon budaya daerah yang mengusung nilai-nilai kearifan lokal. Proyek dengan estimasi anggaran sekitar Rp130 miliar itu ditargetkan rampung dalam dua tahun dan diharapkan menjadi simbol identitas budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata serta perekonomian daerah.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, mengatakan Huma Betang dirancang bukan sekadar menjadi bangunan monumental, melainkan sebuah mahakarya yang merepresentasikan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong yang telah lama menjadi filosofi masyarakat Dayak.
“Bangunan ini dihadapkan tidak hanya menjadi landmark daerah, tetapi juga merepresentasikan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi filosofi Huma Betang,” ujar Kadis PUPR, saat ditemui usai kegiatan peletakan tiang perdana Huma Betang yang di resmikan oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Juni, pembangunan Huma Betang merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalteng dalam memperkuat identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan zaman dan arus globalisasi. Keberadaan bangunan tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun. Selama proses pengerjaan, kualitas konstruksi dan konsep arsitektur yang mengedepankan unsur budaya lokal akan menjadi perhatian utama agar Huma Betang memiliki nilai fungsional sekaligus historis.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp130 miliar. Estimasi itu menjadi dasar perencanaan pembangunan dengan tetap mengedepankan standar konstruksi dan desain yang telah disiapkan.
Konsep Huma Betang dibangun dengan menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi utama. Pemerintah berharap bangunan ini tidak hanya menjadi landmark baru Kalteng, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi budaya yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di tengah semakin terbukanya interaksi antarwilayah dan antarnegara, Huma Betang dipandang memiliki peran strategis sebagai simbol identitas budaya Kalteng. Keberadaannya diharapkan dapat memperkuat rasa kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi agar tetap lestari.
Selain menjadi ikon budaya, Huma Betang juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor pariwisata, pendidikan budaya, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah. Pemerintah berharap bangunan tersebut dapat menjadi warisan budaya yang dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan