Kepala BNN RI Serahkan 9 Tongkat Komando Sinergitas, Tegaskan Kalteng Benteng Kokoh Lawan Bandar Narkoba
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., menyerahkan sembilan tongkat komando sinergitas kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah dan tokoh masyarakat dalam Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Kamis (20/08/2026).
Sembilan tongkat komando tersebut diberikan kepada Gubernur Kalteng, Ketua DPRD Kalteng, Pangdam XXII/TB, Kapolda Kalteng, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Kabinda Kalteng, Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), dan Kepala BNNP Kalteng.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari penguatan komitmen lintas lembaga dalam menghadapi peredaran gelap narkotika di Kalimantan Tengah.
Simbol Tanggung Jawab Bersama
Suyudi menegaskan penyerahan sembilan tongkat komando bukan sekadar prosesi seremonial. Menurut dia, simbol tersebut merepresentasikan kepercayaan, amanah, dan tanggung jawab bersama dalam memimpin pemberantasan narkoba di Bumi Tambun Bungai.
“Penyerahan tongkat komando ini mengandung pesan yang sangat jelas, seluruh elemen kekuatan negara dan masyarakat Kalimantan Tengah telah bersatu padu, saling mengunci, dan membentuk benteng pertahanan yang tidak dapat ditembus oleh sindikat manapun,” tegas Suyudi.
Ia meminta para pemegang tongkat komando menggunakan simbol tersebut sebagai penguat keberanian dalam mengambil tindakan terhadap peredaran narkoba di wilayah masing-masing.
“Tidak ada tempat tersembunyi bagi para sindikat di tanah ini. Kita tidak akan memberikan ruang kompromi. Jadikan tongkat ini sebagai pemacu semangat untuk terus memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu,” lanjutnya.
Minta Pemetaan Jaringan Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi meminta Polda Kalteng bersama instansi penegak hukum terkait melakukan pemetaan dan pemprofilan secara mendalam terhadap jaringan serta pengedar narkotika yang beroperasi di Kalimantan Tengah.
Instruksi tersebut disampaikan seiring perkembangan modus kejahatan narkotika yang semakin beragam. BNN RI sebelumnya mengidentifikasi kemunculan New Psychoactive Substances (NPS), narkotika berbentuk cair melalui rokok elektrik atau vape, transaksi menggunakan dark web, hingga pemanfaatan jalur logistik kargo.
Pemetaan dan pemprofilan jaringan diharapkan dapat membantu aparat memahami pola pergerakan sindikat serta memperkuat penindakan terhadap peredaran gelap narkotika di daerah.
Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Sembilan pemegang tongkat komando menjadi representasi sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, intelijen, lembaga peradilan, BNN, dan unsur masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika.
BNN RI mendorong kolaborasi tersebut terus diperkuat untuk membangun sistem pencegahan dan pemberantasan narkoba yang terintegrasi di Kalimantan Tengah.
Sinergi lintas lembaga itu diarahkan untuk mendukung upaya menciptakan Kalimantan Tengah yang bersih dari ancaman narkotika sekaligus melindungi generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan