Uang Rp 500 Ribu Hasil Penjualan Vape Tak Diberikan, Pegawai di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Pemuda Pekerja Serabutan Dibina Dan Dimediasi di MALAPI
Palangka Raya – Kumbang (28) seorang pegawai di kantor pemerintah daerah curhat ke Cak Sam Polda Kalteng karena Tawon (25) yang bekerja serabutan tersebut, tidak memberikan uang hasil penjualan vape miliknya, Rabu (19/8/2026).
“Tanggal 11 bulan juli saya ada menitipkan barang berupa vape seharga 500 rb, ke teman saya, untuk minta tolong untuk menjual kan vape tersebut, tetapi teman saya itu berencana ingin membeli nya untuk diri nya sendiri dengan meminta waktu beberapa hari sampai dia gajihan, nah saya sebagai teman ya percaya, dan ngasih batas tenggang waktu beberapa hari, di sini teman saya itu masih ada komunikasi, terus lama kelamaan komunikasi mulai sdh tidak di respn lagi, saya sempat menanyakan, klo tidak bisa membayar ,mohon di kembalikan vape tersebut, tetapi tanggapan dari yg bersangkutan seolah menghindar dan mengulur waktu. Dan kecurigaan saya vape tersebut sudah di jual ke orng lain karna yg bersangkutan tidak bisa mengembalikan vape tersebut dan memberikan penjelasan atau etikat baiknya.
Sampai saat ini yg bersangkutan tidak membalas chat saya lagi,” curhat Kumbang kepada Cak Sam.
Cak Sam kemudian menghubungi Tawon untuk diajak ketemu di MALAPI guna diberikan pembinaan agar uang hasil penjualan vape tersebut diserahkan kepada Kumbang.
Akhirnya, Tawon berjanji memberikan uang tersebut kepada Kumbang paling lambat selama satu minggu.
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan