Forum Kebangsaan Kalteng Gelar Mubes Perdana, 104 Ormas dan Paguyuban Rumuskan Arah Organisasi ke Depan
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalimantan Tengah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) perdana di Ballroom Aurila Hotel, Kota Palangka Raya, Minggu (06/09/2026).
Mubes tersebut diikuti 104 organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan yang memiliki hak suara. Kegiatan ini membahas pemilihan koordinator baru, evaluasi program kerja, arah kepemimpinan, serta penyusunan Peraturan Forum sebagai pedoman organisasi.
Pembina Forum Kebangsaan Kalteng, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wisaksono, S.I.K., mengatakan forum dibentuk untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarelemen masyarakat di tengah keberagaman Kalimantan Tengah.
Menurut Andreas, forum tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk menjaga hubungan harmonis sekaligus meminimalkan potensi gesekan antarorganisasi kemasyarakatan.
“Forum Kebangsaan ini terbentuk dari kesepakatan bersama akibat rasa ketakutan saya akan potensi gesekan antarormas di Kalteng. Kita punya catatan sejarah kelam terkait kerusuhan masa lalu yang merugikan semua pihak. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali,” ujar Andreas saat membuka Mubes.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dengan menjadikan filosofi Huma Betang dan kearifan lokal masyarakat Dayak sebagai salah satu landasan kehidupan sosial yang inklusif.
Andreas menjelaskan, Forum Kebangsaan Kalteng dikembangkan dengan pendekatan bottom-up atau tumbuh dari akar rumput. Pendekatan tersebut diarahkan agar forum dapat menjadi wadah bersama bagi berbagai kelompok masyarakat.
“Kita tumbuh secara mandiri dari akar rumput agar menjadi pohon yang kuat dan rindang untuk tempat berteduh semua golongan. Di forum ini, posisi kepemimpinan bersifat sebagai koordinator untuk menjembatani para ketua ormas dan paguyuban, bukan sebagai ketua di atas ketua,” jelasnya.
Melalui Mubes perdana, peserta juga membahas agenda strategis untuk memperkuat tata kelola forum. Andreas berharap koordinator terpilih dapat segera membentuk tim formatur dan mengonsolidasikan rapat kerja.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Forum Kebangsaan Kalteng dalam menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat.
Diikuti 104 Organisasi
Ketua Panitia Mubes, Tomu Sibarani, S.T., M.A.P., mengatakan persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat setelah panitia menerima Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia dari Pembina Forum pada 25 Agustus 2026.
“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan berkoordinasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga akademisi,” kata Tomu saat menyampaikan laporan kegiatan.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 104 organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan terdaftar memiliki hak suara dalam pelaksanaan Mubes pertama tersebut.
Tomu menyebut seluruh proses penyelenggaraan Mubes dilaksanakan dengan semangat gotong royong dari anggota dan untuk kepentingan anggota forum.
Mubes perdana Forum Kebangsaan Kalteng mengusung slogan “Bersatu, Damai, dan Berkah”. Slogan tersebut menjadi semangat untuk memperkuat sinergi antarormas, paguyuban, dan kerukunan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ormas dan paguyuban merupakan mitra kritis bagi pemerintah daerah. Ke depan, kami berharap setiap keputusan dan perumusan kebijakan di dalam forum dapat dibina secara akademis, memiliki narasi teknokratis, serta berlandaskan brainstorming yang matang,” ujar Tomu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kodim, tokoh masyarakat, para sesepuh daerah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.
Salah satu tokoh yang hadir yakni Yansen Binti. Kehadiran para tokoh dan perwakilan organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat di Kalimantan Tengah.
Melalui Mubes perdana, Forum Kebangsaan Kalteng diharapkan semakin mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarelemen masyarakat. Forum juga diarahkan menjadi wadah bersama untuk menjaga persatuan dan kerukunan di Bumi Tambun Bungai. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan