Tak Cukup Water Bombing, Wakapolri Ungkap Strategi Pemadaman Lahan Gambut di Kalteng
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau Posko Induk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polda Kalimantan Tengah di Tjilik Riwut KM. 21, Palangka Raya, Jumat (11/09/2026), sekaligus mengecek kesiapan personel, sarana prasarana, dan strategi menghadapi kondisi kekeringan akibat El Nino.
Dedi mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan operasi penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Ia juga memeriksa sejumlah inovasi dan metode yang disiapkan untuk menghadapi kebakaran, khususnya di lahan gambut.
“Alhamdulillah, pertama kali saya mengecek langsung di posko induknya di Polda, kemudian mengecek langsung bagaimana kesiapannya personelnya, sarana prasarananya,” ujar Dedi.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri meninjau temuan cairan khusus yang akan digunakan dalam penanganan kebakaran di lahan gambut melalui metode injeksi.
Metode tersebut menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi kebakaran di lahan gambut yang membutuhkan penanganan hingga bagian bawah permukaan. Strategi penanganan juga diarahkan agar tidak hanya mengandalkan pemadaman dari permukaan.
Pada hari yang sama, peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) serta Sespimti TNI-Polri turut diterjunkan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Mereka juga berbagi pengalaman mengenai metode pemadaman yang telah diterapkan Polda Kalteng berdasarkan pengalaman di lapangan.
“Kami juga memberikan saran, masukan, asistensi, dan pembelajaran agar pola-pola pemadaman yang sudah dijalankan dapat disempurnakan,” kata Dedi.
Menurut dia, pengalaman empiris dari penanganan Karhutla di lapangan menjadi bahan penting untuk menyempurnakan strategi pada masa mendatang.
“Harapannya, tahun-tahun berikutnya Karhutla di Kalteng bisa ditangani secara efektif, efisien, dan hasilnya maksimal,” ujarnya.
El Nino Perkuat Tantangan Karhutla
Dedi juga menyoroti kondisi cuaca yang menjadi tantangan dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Ia menyebut fenomena El Nino yang kuat telah meningkatkan tingkat kekeringan di wilayah tersebut.
“Berdasarkan data, kita sudah masuk El Nino yang sangat kuat di bulan Agustus–September. Tingkat kekeringan mendekati tingkat ekstrem,” jelasnya.
Dedi menyebut kondisi muka air tanah gambut di Kalteng telah mengalami penurunan signifikan.
“Batas aman permukaan air tanah gambut adalah 40 cm, saat ini di Kalteng sudah turun hingga 120 cm, jauh di bawah batas aman,” katanya.
Kondisi tersebut membuat penanganan Karhutla membutuhkan strategi yang lebih komprehensif. Pemadaman tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional.
“Kebakaran skala besar tidak bisa hanya dengan water bombing atau satgas darat,” tegas Dedi.
Karena itu, penanganan juga melibatkan penggunaan alat berat bersama TNI dan masyarakat untuk melakukan pembendungan kanal serta pembuatan sekat kanal.
Selain itu, sumur bor disiapkan untuk mendukung upaya pembasahan lahan gambut. Sekat kanal nantinya diisi air untuk menjaga kelembapan sekaligus membantu menahan penyebaran api di dalam gambut.
Sinergi Lintas Instansi
Dedi menekankan perlunya langkah maksimal dalam menghadapi kondisi El Nino yang kuat. Menurut dia, penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai unsur di daerah.
“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Kondisi El Nino yang kuat menuntut langkah ekstraordinari,” ujarnya.
Ia menyebut pemerintah daerah, Korem, Polda, dan Manggala Agni perlu memperkuat sinergi dalam penanganan Karhutla.
“Ini tanggung jawab bersama Pemda, Korem, Polda, dan Manggala Agni bersinergi dalam kolaborasi policing. Semoga cepatlah tertangani,” pungkas Dedi. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan