Perlu Pendekatan Tepat dan Menyeluruh, DPRD Soroti Hak Dasar Anak Atas Pendidikan
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Fenomena berkurangnya jumlah murid di Sekolah Rakyat Rintisan Palangka Raya menjadi sorotan. Untuk itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, meminta Pemko agar melakukan pendekatan terhadap orang tua murid melalui dinas terkait.
Menurutnya, program strategis Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun dari wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan formal.
“Program ini memberikan manfaat nyata. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dukungan fasilitas dan pemdampingan. Sangat disayangkan jika anak-anak harus berhenti di tengah jalan,” ucap Rana (18/1/2026).
Rana menilai, penarikan anak didik Sekolah Rakyat oleh orang tuanya dipicu berbagai macam faktor, mulai dari kurangnya pemahaman orang tua murid terhadap manfaat program, persepsi negatif terhadap kualitas pendidikan, serta tekanan ekonomi yang melibatkan anak untuk membantu pekerjaan keluarga.
Kondisi tersebut tentu berdampak serius terhadap masa depan anak serta bertentangan dengan komitmen pemerintah dalam menekan angka putus sekolah dan peningkatan literasi. Hal ini juga dapat menghambat hak anak atas pendidikan serta melemahkan upaya meningkatkan kualitas SDM.
“Kita tidak boleh membiarkan anak kehilangan hak dasar atas pendidikan hanya karena kesalahpahaman atau kondisi ekonomi,” tegas Rana.
Srikandi asal Partai NasDem itu meminta kepada Pemko melalui dinas terkait agar dapat menemui secara langsung orang tua murid untuk menjelaskan keseluruhan terkait tujuan, manfaat, serta dukungan yang dilakukan melalui program Sekolah Rakyat.
Sekretaris Komisi III itu kemudian juga menekankan bahwa pendekatan harus dilakukan secara humanis dengan memahami kondisi sosial dan ekonomi masing-masing keluarga.






Tinggalkan Balasan