Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Dukung Edukasi Densus 88, Bentengi Pelajar dari Radikalisme dan Kekerasan Digital
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pembekalan yang diberikan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri kepada ribuan pelajar dan mahasiswa mengenai bahaya penyebaran paham radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) melalui media sosial.
Menurut Reza, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan karakter peserta didik selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Ia menilai pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan di era digital.
“Generasi muda saat ini hidup di era digital dengan arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi yang benar, memahami nilai-nilai kebangsaan, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Satgaswil Densus 88 merupakan langkah preventif dalam membangun ketahanan pelajar terhadap berbagai bentuk penyebaran paham ekstremisme dan kekerasan yang kini banyak memanfaatkan media sosial maupun platform digital.
Ia menjelaskan, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki sikap toleran, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin memastikan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang benar mengenai nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Reza juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak serta memberikan pendampingan dalam menggunakan media sosial secara bijak.
Menurutnya, pencegahan terhadap penyebaran paham radikal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi secara langsung kepada peserta didik. Edukasi seperti ini menjadi bekal penting agar anak-anak kita memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap program pembekalan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa.
“Pendidikan adalah benteng pertama dalam membangun karakter generasi penerus. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap lahir generasi Kalimantan Tengah yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, serta mampu menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing,” tutupnya. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan