Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

IWAPI Kalteng Apresiasi Misi Dagang dengan Jatim, Transaksi Melesat dan Sektor Perikanan Mulai Tembus Pasar Timur Tengah

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Asty Rizky Badjuri.

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Hubungan dagang antara Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Jawa Timur (Jatim) semakin solid. Hal ini terbukti dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Ballroom Bahalap Hotel, Kota Palangka Raya, Kamis (23/04).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Asty Rizky Badjuri, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian transaksi yang melonjak signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Ini adalah kali kedua kita melaksanakan MoU Misi Dagang setelah tahun 2022 lalu. Kami melihat pemerintah Jawa Timur sangat proaktif dalam ‘jemput bola’ untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha di daerah guna membangun komitmen dan kesepakatan dagang,” ujar Asty usai kegiatan tersebut.

Asty membeberkan bahwa nilai transaksi pada Misi Dagang kali ini meningkat tajam. Jika pada tahun 2022 nilai transaksi berada di angka Rp293 miliar, pada tahun 2026 ini angka sementara telah menembus di atas Rp400 miliar dari berbagai sektor.

Lebih lanjut, Asty menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pentingnya jaringan dan konektivitas antar pengusaha. Menurutnya, penandatanganan MoU kali ini jauh lebih luas cakupannya dibandingkan empat tahun lalu.

“Ternyata jejaring atau konektivitas itu sangat penting. Kami bersyukur tahun ini ada penambahan sektor, terutama di perikanan untuk pasar Timur Tengah,” imbuhnya.

Asty berharap melalui kegiatan ini, para pelaku usaha di Kalimantan Tengah, khususnya wanita pengusaha yang tergabung dalam IWAPI, dapat terus berkembang.

“Harapannya, siapapun yang bergabung dengan IWAPI bisa mendapatkan manfaat, ilmu, dan wawasan. Kalaupun belum menjadi pelaku utama, minimal mereka mendapatkan pengetahuan dan kenalan baru untuk membuka peluang usaha di masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan Misi Dagang ini juga mempertemukan berbagai komoditas unggulan kedua provinsi, mulai dari suplai kulit dan kebutuhan pokok dari Jawa Timur, hingga produk perkebunan dan pertambangan dari Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini