Polda Kalteng Tegas: Rekrutmen Polri 2026 Transparan Total, Nilai CAT Real Time dan Pengawasan Berlapis Jadi Benteng Antikecurangan
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Panitia Daerah (Panda) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan proses rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 berjalan bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini ditegaskan saat peninjauan Computer Assisted Test (CAT) Psikologi Tahap I bagi calon Bintara yang digelar di SMK Negeri 1 Kota Palangka Raya, Senin (27/4/2026).
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Karo SDM Polda Kalteng, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang menjelaskan bahwa tes psikologi ini diikuti oleh 881 peserta yang dibagi dalam beberapa gelombang hingga Kamis mendatang di tiga lokasi, yakni SMKN 1, SMKN 2, dan SMAN 1 Palangka Raya.
Kombes Leo menegaskan penggunaan sistem one day test untuk menutup celah kecurangan. “Sistem soal dan pengisian dikendalikan langsung oleh Mabes Polri. Begitu peserta selesai, nilai langsung keluar hanya dalam jeda waktu beberapa detik. Jadi, tidak mungkin ada penyimpangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming oknum yang menjanjikan kelulusan, karena hasil murni bergantung pada usaha peserta.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Propam Polda Kalteng, Kombes Pol. Rudi Asriman menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis melibatkan pihak internal maupun eksternal.
“Kami menurunkan personel dari Paminal dan Provost, baik berpakaian dinas maupun tertutup, yang melekat di setiap kelas dan ruangan ujian,” ungkap Kombes Rudi.
Sebelum memasuki ruang ujian, setiap calon siswa (casis) menjalani pemeriksaan ketat dan penggeledahan badan sesuai SOP untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk.
Untuk menjamin integritas, Bid Propam Polda Kalteng juga menyediakan kanal pengaduan khusus bagi peserta atau masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan.
“Kami menyediakan sistem pengaduan melalui QR Code atau barcode yang sudah dipasang di berbagai banner di lokasi ujian. Jika ada data valid mengenai kecurangan, silakan lapor dan akan segera kami tindak lanjuti,” tambah Kabid Propam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan atau aduan terkait adanya penyimpangan dalam proses seleksi. Seluruh rangkaian tes dipastikan berjalan sesuai aturan dengan pengawasan dari Itwasda, akademisi, hingga tokoh masyarakat. (red)






Tinggalkan Balasan