Karhutla Mengancam, DPRD Palangka Raya Serukan Pencegahan Diperkuat
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau kembali menjadi sorotan serius. Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan guna menekan risiko kebakaran di wilayah tersebut.
Menurutnya, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga stabilitas keamanan. Karena itu, upaya pencegahan dinilai harus menjadi strategi utama dalam penanganan karhutla di daerah rawan seperti Kalimantan Tengah.
Ia menegaskan, karakteristik geografis dan iklim di wilayah tersebut membuat potensi kebakaran sulit dihindari jika tidak ditangani secara serius dan menyeluruh. Penanganan karhutla, tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu pihak saja.
“Permasalahan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi terkait, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya (25/1/2026).
Sigit menilai, langkah pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengelola lahan secara bertanggung jawab, hingga membentuk kelompok siaga kebakaran di tingkat masyarakat. DPRD juga akan terus melakukan pengawasan terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat, dalam menyebarluaskan edukasi serta melakukan aksi nyata pencegahan karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.






Tinggalkan Balasan