DPRD Soroti Peran Warga, Genjot 3M Pencegahan DBD
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palangka Raya kini tidak lagi bertumpu pada penanganan medis semata. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program Triple Action yang dijalankan UPTD Puskesmas Jekan Raya.
Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan upaya promotif, preventif, hingga rehabilitatif tersebut sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tanpa kesadaran kolektif warga, berbagai intervensi kesehatan yang dilakukan tidak akan maksimal dalam menekan penyebaran DBD, terutama di kawasan padat seperti Kecamatan Jekan Raya.
“Kesadaran warga menjadi kunci. Jangan hanya mengandalkan fogging, tetapi juga harus rutin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk 3M Plus untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,” tegas Debora, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, ia juga menilai karakteristik wilayah yang memiliki banyak parit, aliran sungai, serta kawasan permukiman padat menjadikan potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, langkah teknis seperti fogging tidak bisa dijadikan solusi utama tanpa diimbangi perubahan perilaku masyarakat.
Debora mengapresiasi langkah Puskesmas Jekan Raya yang menyediakan bubuk abate secara gratis bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bentuk intervensi sederhana namun efektif dalam memutus siklus hidup jentik nyamuk di lingkungan rumah tangga.
DPRD juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim pancaroba yang rawan meningkatkan kasus DBD. Debora mendorong masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi mendadak, guna mencegah risiko yang lebih serius.
“Kewaspadaan bersama harus terus ditingkatkan. Jika ada gejala demam tinggi mendadak, jangan ragu segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan