Polda Kalteng Gelar Operasi Aman Nusa II 2026, Kapolda Pastikan Kesiapan Personel dan Sarpras Hadapi Ancaman Karhutla
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) resmi menggelar Apel Kesiapan Operasi Khusus Aman Nusa II 2026 dalam rangka mengintensifkan pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa (21/07/2026) ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Usai memimpin apel, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan bahwa agenda ini krusial untuk memastikan kesiapan seluruh elemen yang terlibat, mulai dari personel hingga sarana prasarana (sarpras) penunjang di lapangan.
“Hari ini Polda Kalteng menggelar apel kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla melalui Operasi Khusus Aman Nusa II. Saya ingin memastikan seluruh personel dan sarpras yang dilibatkan benar-benar dalam kondisi siap,” ujar Kapolda saat diwawancarai awak media.
“Walaupun sarpras kita mungkin agak kurang jika dikaitkan dengan situasi riil di lapangan, kami akan berkoordinasi dengan instansi lain yang tergabung dalam Satgas Karhutla. Mudah-mudahan ini bisa mencukupi,” tambahnya.
Selain kesiapan fisik, Irjen Pol Iwan menekankan pentingnya pemahaman regulasi dan sistem koordinasi di tingkat anggota satgas. Polda Kalteng kini lebih memprioritaskan langkah pencegahan dini sebelum api membesar. Upaya pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat kini digencarkan secara masif dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Tidak hanya jalur darat, pemantauan dari udara juga ditingkatkan. Kapolda mengungkapkan bahwa jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng telah aktif melakukan patroli udara. Dirinya pun menginstruksikan para Kapolres di jajaran untuk memanfaatkan fasilitas helikopter dinas demi mengoptimalkan pengawasan titik api.
“Patroli udara oleh PJU sudah aktif. Saya juga sudah perintahkan para Kapolres agar bisa menggunakan helikopter kita untuk melaksanakan patroli udara di wilayah masing-masing agar pencegahan ini maksimal,” tegas Kapolda.
Saat dikonfirmasi mengenai penegakan hukum terhadap pelaku pembakar lahan, Irjen Pol Iwan menjelaskan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihak kepolisian sudah mulai melakukan penyelidikan intensif terhadap indikasi pelanggaran.
Salah satu kasus yang menonjol berada di wilayah hukum Polres Pulang Pisau. Kapolda membeberkan bahwa proses pemeriksaan di sana telah selesai dan akan segera dinaikkan ke tahap gelar perkara.
“Sampai saat ini belum ada (tersangka), tetapi pemeriksaan sudah berjalan. Informasi terbaru dari Pulang Pisau, pemeriksaan sudah selesai dilakukan dan mereka akan segera menggelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke proses hukum atau tidak,” pungkasnya.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Kalimantan Tengah telah memasuki musim kemarau sejak Mei, dengan puncaknya yang semakin terasa pada akhir Juni hingga diprediksi berlanjut hingga Agustus, bahkan berpotensi lebih lama. Terlebih lagi, kemarau tahun ini diperparah oleh fenomena El Nino yang membuat kondisi cuaca jauh lebih panas dan kering.
Melihat tantangan tersebut, Kapolda menyoroti data terkini dari BPS yang mencatat luasan lahan terbakar di Kalteng sudah mencapai hampir 800 hektar dengan ribuan titik panas (hotspot). (bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan