Bukan Sekadar Tari, CKCM 2026 Ajak Penonton Mengarungi ‘Lintasan’ Ekosistem Budaya Kalimantan
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Rangkaian megah Central Kalimantan Arts Summit terus berlanjut dan memukau pencinta seni. Setelah sukses menyuguhkan Kotawaringin Art Festival pada malam sebelumnya, kini giliran Panggung Terbuka UPT. Taman Budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diguncang oleh kreativitas para penata tari lewat pergelaran Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) edisi 2026 pada Rabu (22/07/2026) malam.
Pergelaran bergengsi yang digarap sebagai ruang ekspresi dan eksplorasi tari ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada 22–23 Juli 2026.
Kepala UPT. Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, menjelaskan bahwa ajang tahun ini menampilkan total delapan koreografer pilihan yang dibagi ke dalam dua hari pertunjukan.
“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Untuk sesinya, malam ini ada empat koreografer yang tampil, dan besok malam akan ada empat koreografer lagi,” kata Wildae saat ditemui di sela-sela acara.

Pada edisi tahun ini, CKCM mengusung tema besar “Lintasan”. Direktur Program CKCM, Abib Habibi Igal, mengungkapkan bahwa tema ini merupakan kelanjutan dari visi tahun lalu. Jika pada edisi sebelumnya CKCM berfokus pada fase “Lepas Landas” sebagai awal pembaharuan, maka tahun ini fokus bergeser pada dinamika perjalanan yang mengadopsi filosofi alam.
“Kita memilih tema ‘Lintasan’ yang mengadopsi dari lintasan sungai; ada hulu, hilir, dan muara. Kami ingin melihat bagaimana trajektori tubuh merespons ekologi, ekosistem, serta sosial kebudayaan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah,” ujar Abib menjelaskan sisi konseptual karya.
Karya-karya eksklusif yang dipentaskan tersebut lahir dari sebuah proses panjang yang matang. Wildae D. Binti menambahkan bahwa para koreografer telah melewati berbagai tahapan ketat sebelum akhirnya naik ke atas panggung utama.
“Para koreografer ini sebenarnya sudah memulai prosesnya sejak awal melalui workshop. Mereka mematangkan dan melahirkan karya ini lewat beberapa tahapan, termasuk adanya sesi mentoring,” tambah Wildae.
Kelancaran pergelaran CKCM 2026 tidak lepas dari kolaborasi kuat berbagai pihak. Abib Habibi Igal menegaskan bahwa sinergi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng melalui UPT. Taman Budaya Kalteng dan komunitas seni berjalan sangat solid. Selain didukung penuh oleh pihak Taman Budaya, acara ini digarap bersama oleh Igal Performance Lab, Yayasan Seni Tari Indonesia, serta melibatkan 15 komunitas tari lokal di Palangka Raya. Ke depan, jejaring ini berkomitmen untuk terus diperluas hingga ke wilayah kabupaten di seluruh penjuru Kalteng.
Satu hal yang paling membanggakan pada edisi kali ini adalah masuknya dukungan langsung dari tingkat pusat melalui skema Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Indonesia.
“Tahun ini kita mendapatkan skema bernama MTN Lab yang dikemas dalam bentuk kemah tari atau residensi tari. Lewat program ini, kita didatangi oleh 10 koreografer muda berbakat Indonesia yang berasal dari 8 provinsi,” jelas Abib dengan antusias.
Kehadiran para koreografer luar daerah ini memicu proses “tukar tangkap” ilmu dan budaya yang dinilai menjadi modal penting untuk menguatkan serta mengembangkan kapasitas para koreografer lokal di Kalteng.
UPT. Taman Budaya Kalteng memastikan komitmennya untuk tidak berhenti di sini. Wildae berjanji pihaknya akan terus menghadirkan berbagai event seni inovatif dengan tema-tema menarik yang berbeda pada bulan-bulan mendatang.
Namun, Wildae juga mengingatkan bahwa keberlanjutan dan gaung dari pelestarian budaya ini membutuhkan peran aktif dari media massa untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.
“Kami sangat berharap rekan-rekan media terus mengawal kami untuk memberitakan dan mem-blow up setiap kegiatan di UPT. Taman Budaya. Ini adalah bentuk kerja sama nyata agar kita bisa sama-sama melestarikan, mengembangkan, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni budaya yang kita miliki,” pungkas Wildae. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan