Yuk Merapat ke CHAOSHUTLA Minggu Depan! Nonton Konser Musik Indie Sambil Bantu Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kalau biasanya gigs identik dengan musik keras, nongkrong, dan seru-seruan bareng teman, kali ini ada misi lain yang dibawa skena musik Palangka Raya.
Melalui NOISE FEST GIGS Vol. 1: CHAOSHUTLA, komunitas musik underground dan indie Palangka Raya akan menggelar aksi solidaritas untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 di Waroeng Kopi Teja, Jalan G. Obos Induk, Palangka Raya, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Slogan yang diangkat juga cukup sederhana, tetapi punya pesan kuat:
“Kita Bersuara, Kita Berkumpul, Kita Berbagi.”
Datang Buat Musik, Pulang Bawa Kepedulian?
CHAOSHUTLA memang menghadirkan panggung musik, tetapi konsepnya tidak berhenti di sana.
Panitia ingin menjadikan acara ini sebagai ruang berkumpul bagi komunitas sekaligus menggalang dukungan untuk masyarakat yang terdampak karhutla.
“CHAOSHUTLA hadir sebagai bentuk aksi solidaritas untuk menggalang dukungan bagi korban terdampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya,” demikian keterangan panitia dalam publikasinya di sosial media.
Dengan kata lain, serunya gigs tetap ada, tetapi ada kepedulian yang ikut dibawa.
HEADQUARTER hingga SNOOPDOWN Siap Tampil
Sejumlah musisi dari skena lokal dijadwalkan ikut meramaikan malam tersebut.
Nama-nama seperti HEADQUARTER, SNOOPDOWN, dan SCENE EIGHT sudah tercantum sebagai penampil.
Tidak berhenti di musik, panitia juga menyiapkan sesi Kopteja Berkaraoke.
Buat band lain yang ingin ikut ambil bagian, kesempatan untuk berpartisipasi juga masih terbuka.
Jadi, buat yang selama ini cuma jadi penonton, mungkin ini saatnya ikut ambil bagian.
Ketika Skena Musik Ikut Bersuara
Karhutla bukan persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Dampaknya bisa terasa dari kualitas udara hingga risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Di tengah persoalan tersebut, komunitas musik mencoba mengambil peran lewat cara yang mereka punya: membuat panggung, mengumpulkan orang, lalu mengubah energi musik menjadi aksi solidaritas.
Hendra, gitaris sekaligus vokalis HEADQUARTER, berharap kegiatan tersebut tidak hanya ramai di panggung, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui inisiatif ini, komunitas musik di Palangka Raya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan beban para korban karhutla, sekaligus menyuarakan pesan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang kian mendesak,” kata Hendra sebagaimana di kutip dari TribunKalteng, Sabtu, 12 September 2026.
Mau Ikut? Ini Kontaknya
Buat band yang ingin bergabung atau masyarakat yang ingin mengetahui informasi mengenai donasi, panitia dapat dihubungi melalui 082148639872.
CHAOSHUTLA juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya Opini Musik dan Bima Raya.
Pada akhirnya, pesan yang ingin dibawa cukup sederhana: musik bukan cuma untuk didengar. Musik juga bisa menjadi ruang untuk peduli.
Lewat CHAOSHUTLA, skena underground dan indie Palangka Raya mencoba membuktikan bahwa suara dari panggung kecil pun bisa ikut membawa pesan besar—terutama ketika masyarakat dan lingkungan sedang membutuhkan perhatian. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan