Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Tertipu Dukun Palsu Asal Sintang, Penyanyi di Palangka Raya Rugi Rp 9,1 Juta, Diancam Video VCS Disebar Jika Tak Transfer Rp 35 Juta, Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng

PALANGKA RAYA – Niat hati ingin memperbaiki hubungan asmara dengan pasangan dan membersihkan diri melalui ritual spiritual, seorang penyanyi di Palangka Raya justru mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan pemerasan oleh seseorang yang mengaku sebagai dukun sakti asal Sintang, Kalimantan Barat.

Korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 9,1 juta setelah diminta membeli sejumlah perlengkapan ritual pembersihan diri dan buka aura. Persoalan tersebut semakin rumit setelah korban mengaku diajak melakukan video call sex (VCS) hingga dalam kondisi tanpa busana.

Belakangan, korban mengaku menerima ancaman dari sejumlah nomor telepon baru. Video pribadi yang diduga direkam saat panggilan video tersebut diancam akan disebarkan ke YouTube maupun dikirimkan kepada pacarnya apabila korban tidak kembali mengirimkan uang sebesar Rp 35 juta.

Merasa tertekan dan khawatir kariernya hancur akibat ancaman tersebut, korban akhirnya mencurahkan persoalannya kepada Cak Sam Polda Kalteng untuk meminta pendampingan dan bantuan penyelesaian masalah.

Berawal dari Pesan di TikTok

Dalam pengakuannya kepada Cak Sam, korban menceritakan bahwa persoalan tersebut bermula ketika seseorang menghubunginya melalui TikTok.
Orang tersebut mengaku mendapatkan mimpi atau bisikan yang menyebutkan bahwa dirinya dapat membantu korban agar kembali akur dengan pasangannya.
Korban yang saat itu berharap hubungan asmaranya membaik mengaku percaya dengan perkataan orang tersebut.

Selanjutnya, ia diberikan nomor telepon seseorang yang disebut-sebut sebagai dukun sakti dan diklaim mampu membantu melalui ritual khusus.
Korban kemudian berkomunikasi langsung dengan orang yang mengaku sebagai dukun tersebut. Menurut pengakuannya, ia mengikuti sejumlah arahan yang diberikan, termasuk melakukan transfer uang untuk membeli perlengkapan ritual.

“Awalnya saya percaya karena katanya bisa membantu agar saya akur lagi dengan pasangan saya. Saya kemudian diberikan nomor dukun yang katanya sakti dan bisa membantu melakukan ritual,” ungkap korban dalam ceritanya kepada Cak Sam.

Diminta Membeli Sesajen hingga Rp 9,1 Juta

Korban mengaku diminta membeli sejumlah perlengkapan ritual dengan total biaya mencapai Rp 9,1 juta.
Adapun rincian pembelian yang disampaikan korban meliputi buhur yang diklaim berasal langsung dari Turki senilai Rp 1,8 juta, sepasang ayam cemani senilai Rp 3,5 juta, serta kambing kendit senilai Rp 3,8 juta.

Menurut korban, seluruh perlengkapan tersebut disebut diperlukan untuk ritual pembersihan diri dan mengganti tumbal.
Orang yang mengaku sebagai dukun itu juga disebut mengklaim berasal dari Jawa Timur dan telah lama menetap di Sintang, bahkan mengaku memiliki padepokan di daerah tersebut.

Korban mengatakan dirinya dijanjikan dapat menjalani pembersihan diri sekaligus membuka aura karena disebut memiliki aura kotor dan banyak orang yang iri terhadap dirinya.

Namun, setelah mengikuti rangkaian arahan tersebut, korban mengaku baru menyadari bahwa dirinya diduga telah diperdaya.

Diajak VCS, Kini Diancam Video Disebarkan

Kejadian semakin membuat korban tertekan ketika ritual memasuki tahap terakhir. Korban mengaku diminta melakukan panggilan video oleh orang yang disebut sebagai dukun tersebut. Dalam panggilan itu, korban mengaku diarahkan hingga menanggalkan pakaiannya tanpa mengetahui bahwa tindakan tersebut diduga dapat dimanfaatkan untuk mengancam dirinya.

Setelah ritual dinyatakan selesai, korban mengaku mulai menyadari adanya dugaan jebakan.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika, menurut pengakuannya, tiga nomor telepon baru menghubunginya dan mengancam akan menghancurkan kariernya dengan menyebarkan video pribadi tersebut.
Korban mengaku telah berusaha melawan melalui percakapan, tetapi ancaman terus berlanjut. Ia disebut diancam videonya akan diunggah ke YouTube atau dikirimkan kepada pacarnya jika tidak memberikan uang tambahan sebesar Rp 35 juta.

“Saya tidak mau video itu disebarkan. Mereka mengancam akan mengirimkannya ke YouTube atau kepada pacar saya kalau saya tidak memberikan uang lagi. Saya takut karier saya hancur,” demikian pengakuan korban kepada Cak Sam.

Cak Sam Polda Kalteng Peringatkan Terduga Pelaku

Menanggapi pengaduan tersebut, Cak Sam Polda Kalteng memberikan perhatian terhadap dugaan penipuan yang berkedok ritual spiritual serta ancaman penyebaran konten pribadi yang dialami korban.

Cak Sam memperingatkan pihak yang diduga terlibat agar segera menghentikan segala bentuk ancaman, intimidasi, maupun upaya meminta uang dengan menggunakan video pribadi korban sebagai alat tekanan.

Ia juga mengingatkan agar video atau konten pribadi tersebut tidak disebarkan, diteruskan, maupun digunakan untuk mengancam korban melalui media sosial ataupun saluran komunikasi lainnya.

Menurut Cak Sam, persoalan ini perlu disikapi secara serius karena korban tidak hanya mengaku mengalami kerugian materiil, tetapi juga menghadapi tekanan akibat ancaman terhadap privasi dan kariernya.

Korban diharapkan menyimpan bukti percakapan, nomor telepon yang menghubungi, bukti transfer, serta rekaman ancaman untuk mendukung proses pengaduan kepada pihak berwenang.

Cak Sam juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan penyelesaian persoalan asmara, pembersihan diri, atau buka aura dengan meminta uang dalam jumlah besar maupun tindakan pribadi yang berisiko disalahgunakan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap modus yang memanfaatkan persoalan asmara dan kepercayaan terhadap ritual spiritual untuk memperoleh uang atau menguasai konten pribadi seseorang.

Apabila menghadapi ancaman penyebaran video pribadi, korban sebaiknya tidak terburu-buru memenuhi tuntutan uang, menyimpan seluruh bukti digital, mengamankan akun media sosial, serta melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada kepolisian.

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini