Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Tangani Karhutla dan Kekeringan, Pemprov Kalteng Siagakan 5.612 Sarpras dan Salurkan Hingga 10 Juta Liter Air

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, dan Sekda Kalteng Linae Victoria Aden, saat menghadiri rapat evaluasi perkembangan penanganan karhutla. (Foto: MMCKalteng)

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiagakan 5.612 unit sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 kabupaten/kota. Di tengah upaya tersebut, pemerintah juga menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan dengan total distribusi mencapai 10.002.150 liter hingga 15 Oktober 2026.

Kesiapan peralatan dan penyaluran air bersih itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi dampak musim kemarau. Penanganan dilakukan melalui koordinasi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, serta pemerintah pusat.

Berdasarkan rekapitulasi sarana dan prasarana BPBD kabupaten/kota se-Kalteng per 16 Oktober 2026, peralatan yang disiapkan mencakup 314 kendaraan operasional, 394 mesin pompa dan genset, 1.848 unit atau rol selang, nozzle, dan konektor, serta 1.736 unit atau set alat pelindung diri (APD).

Peralatan lainnya terdiri atas 186 tenda, 252 perangkat drone dan komunikasi, sembilan perahu atau sarana apung, serta 873 alat pemadaman manual. Seluruh perlengkapan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas dan operasional petugas di wilayah rawan karhutla.

Selain mengoptimalkan peralatan yang tersedia, Pemprov Kalteng memperkuat kesiapan melalui pengadaan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Peralatan yang telah terdata dalam pengadaan tersebut meliputi 400 set pompa berukuran tiga inci, 1.500 rol selang berukuran 1,5 inci, 500 nozzle gun, serta 300 konektor Y dalam dua ukuran.

Pemerintah juga menyediakan perlengkapan keselamatan dan pendukung operasional berupa 500 APD waterpack, 500 pasang sepatu bot keselamatan, 500 helm pemadam, dan 500 senter kepala. Dukungan lainnya mencakup 50 tangki portabel, 100 mesin semprot gendong, 300 kacamata pelindung, 200 radio komunikasi genggam (HT), lima drone thermal, serta enam mobil pemadam kebakaran.

Dari pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan 11 jenis bantuan sarana dan prasarana kepada BPB-PK Provinsi Kalteng. Bantuan itu antara lain mesin pompa air, tenda pengungsi, tangki fleksibel berkapasitas 5.000 liter, APD karhutla, alat bantu pernapasan SCBA, kepyok, jetshooter, dan selang pemadam.

Dukungan mobilitas juga diberikan melalui penyediaan dua sepeda motor trail untuk membantu petugas menjangkau wilayah Kabupaten Lamandau.

Ketersediaan sumber air menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk memadamkan api dan membasahi kembali lahan yang berpotensi terbakar.

Hingga periode pendataan tersebut, tercatat 628 titik sumur bor telah dibangun oleh berbagai instansi. Rinciannya terdiri atas 26 titik oleh BPBD Provinsi Kalteng, 237 titik oleh Dinas Kehutanan, 210 titik oleh Polda Kalteng, 117 titik oleh TNI melalui empat Komando Distrik Militer (Kodim), serta 38 titik oleh Manggala Agni.

Sumur bor tersebut diharapkan membantu petugas memperoleh pasokan air di kawasan rawan kebakaran, termasuk lahan gambut. Ketersediaan air juga diperlukan untuk mendukung pembasahan lahan guna mengurangi risiko munculnya kembali titik api di lokasi yang telah ditangani.

Di sisi lain, Pemprov Kalteng terus menyalurkan air bersih untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan pasokan selama musim kemarau.

Pada 15 Oktober 2026, sebanyak 121.600 liter air bersih disalurkan ke enam kabupaten, yakni Barito Utara, Seruyan, Katingan, Kotawaringin Barat, Barito Timur, dan Murung Raya.

Di Kabupaten Barito Utara, distribusi menjangkau Dusun Parang Kampeng dan Desa Ipu, masing-masing sebanyak 4.000 liter. Sementara itu, di Kabupaten Seruyan, bantuan disalurkan ke Desa Halimaung Jaya sebanyak 4.000 liter, Desa Sungai Undang 4.000 liter, Desa Sembuluh II 7.700 liter, Desa Terawan 6.000 liter, Desa Bangkal 28.600 liter, Desa Sembuluh I 8.400 liter, dan Desa Selunuk 2.200 liter.

Di Kabupaten Katingan, sebanyak 2.400 liter air bersih disalurkan ke Kelurahan Kasongan Lama.

Adapun di Kabupaten Kotawaringin Barat, distribusi meliputi Desa Umpang sebanyak 1.300 liter, Desa Bangkuang 12.000 liter, Kelurahan Mendawai di Jalan Sudirman 5.000 liter, Kelurahan Madurejo 2.000 liter, dan Desa Sungai Kapitan 2.000 liter.

Di Kabupaten Barito Timur, bantuan sebanyak 24.400 liter disalurkan ke Dusun Bantai Karau. Sedangkan di Kabupaten Murung Raya, masing-masing 1.200 liter air bersih disalurkan ke Desa Sungai Lunuk, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, dan Desa Muara Jaan.

Dengan penyaluran tersebut, akumulasi distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kalimantan Tengah mencapai 10.002.150 liter hingga 15 Oktober 2026.

Kesiapan ribuan sarana dan prasarana, pembangunan ratusan titik sumur bor, serta distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng menangani karhutla sekaligus mengurangi dampak kekeringan. Koordinasi lintas instansi tetap diperlukan untuk mendukung operasi di lapangan, menjaga keselamatan petugas, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di 14 kabupaten/kota. (red)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini