Turun Langsung ke Lapangan, Gubernur Agustiar Sabran Ikut Padamkan Karhutla di Tjilik Riwut Km 17
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Palangka Raya, Selasa (15/09/2026). Aksi tersebut dilakukan bersama tim di lapangan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area sekitar.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Senin (14/09/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Api kemudian merambat sekitar 300 meter dari titik awal, dengan luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare.
Akbar, pegawai Persemaian PT Andalan Alam Perkasa, mengatakan asap di sekitar lokasi sudah terpantau sejak dua hingga tiga hari sebelum kebakaran terjadi.
“Api sudah mulai meluas dari titik awal sekitar 300 meter ke depan. Untuk luasan yang terbakar kami belum bisa memastikan, tetapi diperkirakan mencapai puluhan hektare,” ujar Akbar.
Menurut dia, pihaknya menyiagakan personel untuk membantu pengendalian kebakaran sekaligus menjaga fasilitas persemaian, terutama instalasi kelistrikan yang mendukung keberlangsungan bibit tanaman.
“Kami ditugaskan manajer untuk menjaga kelistrikan agar persemaian tidak padam. Kalau sampai padam, bibit-bibit yang ada di persemaian bisa terancam,” katanya.
Sebanyak enam personel saat ini bersiaga di lokasi untuk membantu proses pemadaman. Sementara empat personel lainnya tetap bertugas di area persemaian.
Pemerintah Perkuat Penanganan Dampak Asap
Selain melakukan pemadaman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat. Salah satunya melalui pembagian masker bagi warga untuk mengurangi risiko paparan asap.
Pada Minggu (13/09/2026), Gubernur Agustiar Sabran turut membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng.
Agustiar mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, dan masyarakat. Penanganan juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.
“Penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada pembagian masker, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih,” ujar Agustiar.
Menurut dia, sejak kondisi darurat ditetapkan, distribusi masker dan penyediaan air bersih terus diperluas ke desa serta daerah yang membutuhkan.
“Sejak ditetapkannya kondisi darurat, pembagian masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan,” katanya.
Pemprov Kalteng juga memperkuat ketersediaan air melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penanganan karhutla.
“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkap Agustiar. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan