Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Cak Sam Polda Kalteng Mediasi di Kafe Kasus Body Shaming terhadap 3 Gadis di Palangka Raya, Sopir Travel Warga Kaltim Minta Maaf Dan Klarifikasi

PALANGKA RAYA – 3 gadis warga Kota Palangka Raya curhat kepada Cak Sam Polda Kalimantan Tengah setelah diduga mengalami penghinaan fisik atau body shaming oleh Kumbang (20 ) warga Kaltim yang bekerja sebagai sopir travel rute Palangka Raya–Kalimantan Timur.

Kejadian bermula ketika ketiga gadis tersebut, sebut saja Bunga (19), Mawar (18) dan Melati (17) sedang berkumpul di Jln. DI. Panjaitan pukul 02.00 WIB dini hari. Namun, seorang pria yang tengah melakukan siaran langsung melalui akun TikTok diduga mengarahkan kameranya kepada mereka dan melontarkan perkataan yang merendahkan fisik.
Bunga mengungkapkan bahwa dirinya dan seorang temannya yang berambut merah sempat disebut dengan kata “gembrot dan biasanya suka selingkuh”. Setelah itu, pria tersebut diduga kembali melontarkan komentar yang menghina fisik salah satu teman mereka dengan mengatakan “kurus kaya cacing”.

Merasa keberatan atas perlakuan tersebut, ketiganya kemudian mendatangi pria itu untuk meminta penjelasan mengenai alasan dirinya melontarkan perkataan yang merendahkan orang yang bahkan tidak dikenalnya. Saat dikonfirmasi, pria tersebut disebut berulang kali menyampaikan permintaan maaf tanpa memberikan penjelasan yang memadai.

Situasi semakin membuat ketiganya merasa dirugikan ketika pria tersebut meninggalkan lokasi, tetapi diduga kembali melakukan siaran langsung dan membicarakan mereka. Upaya menghubungi yang bersangkutan melalui pesan pribadi juga telah dilakukan, namun menurut pengadu, pesan-pesan tersebut tidak mendapat balasan.

Merasa tidak nyaman dan dirugikan, ketiga gadis itu akhirnya meminta arahan kepada Cak Sam Polda Kalteng agar persoalan tersebut dapat ditangani dan diselesaikan secara baik-baik.

Menindaklanjuti curhatan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan dan mediasi antara ketiga gadis dengan Kumbang di sebuah kafe di Kota Palangka Raya.

Dalam pertemuan itu, Cak Sam memberikan pembinaan kepada Kumbang agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya ketika melakukan siaran langsung. Ia mengingatkan bahwa setiap orang perlu menjaga ucapan dan perilakunya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
Media sosial semestinya menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berbagi hal positif, bukan digunakan untuk merendahkan, mempermalukan, atau menjadikan kondisi fisik orang lain sebagai bahan candaan tanpa persetujuan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan body shaming dapat menimbulkan rasa malu, ketidaknyamanan, dan dampak psikologis bagi orang yang menjadi sasaran. Kebebasan berekspresi di media sosial perlu disertai tanggung jawab serta penghormatan terhadap martabat orang lain.

Melalui mediasi tersebut, diharapkan kedua belah pihak dapat menyampaikan persoalan masing-masing, saling memahami dampak dari peristiwa yang terjadi, serta menemukan penyelesaian yang baik dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Ketiga gadis tersebut menegaskan bahwa pengaduan yang mereka sampaikan bukan bertujuan untuk mencari keributan, melainkan agar persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Cak Sam berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, termasuk tidak melakukan penghinaan fisik terhadap orang lain, terlebih kepada orang yang tidak dikenal.
Bijak Bermedia Sosial, Hormati Sesama

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar senantiasa menjaga tutur kata, menghormati perbedaan fisik, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Candaan yang dianggap sepele oleh seseorang belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Menghargai perasaan dan martabat sesama merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini