Dugaan Kebocoran Razia THM Disorot, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
BIMARAYA, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyoroti kemungkinan adanya kebocoran informasi terkait rencana razia tempat hiburan malam (THM) selama bulan suci Ramadan. Dugaan tersebut dinilai berpotensi menghambat efektivitas pengawasan terhadap operasional THM yang wajib mematuhi aturan.
Menurut Syaufwan, jika benar terjadi kebocoran informasi, hal itu harus segera dievaluasi secara menyeluruh. Ia menegaskan, pengawasan harus dilakukan secara lebih tertutup agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menghindari pemeriksaan.
“Kalau sampai ada kebocoran informasi razia, tentu ini harus segera dievaluasi. Pengawasan harus dilakukan secara lebih tertutup agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang ingin menghindari pemeriksaan,” ucapnya, Selasa (10/3/2026).
Ia meminta Pemko melalui Satpol PP untuk memperbaiki mekanisme pengawasan serta memperkuat koordinasi antarpetugas. Langkah tersebut dinilai penting agar penegakan aturan dapat berjalan lebih optimal selama Ramadan.
Syaufwan mengungkapkan, dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Satpol PP terhadap 14 lokasi THM sepanjang Februari 2026, masih ditemukan sejumlah pelanggaran terkait ketentuan operasional. Hal itu menunjukkan masih adanya pelaku usaha yang belum patuh terhadap aturan daerah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberian sanksi tegas bagi pelanggar, mulai dari teguran keras, sanksi administrasi, hingga pidana atau denda maksimal Rp50 juta. DPRD berharap para pelaku usaha dapat mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan.






Tinggalkan Balasan