Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Asap Mulai Menyelimuti Kalteng, Warga Minta Langkah Antisipasi Karhutla Digencarkan

Gambar ilustrasi Karhutla Kalteng. (Dok. Bimaraya.com)

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah seiring munculnya asap di sejumlah wilayah. Kondisi itu mendorong masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Jhon Kenedy, warga sekaligus jurnalis di Kalimantan Tengah, mengatakan karhutla tidak semestinya baru mendapat perhatian ketika api sudah membesar. Menurut dia, pencegahan dan kesadaran masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

“Kita tentu prihatin melihat karhutla kembali terjadi. Ketika api muncul, asap juga mulai menyelimuti dan masyarakat yang akhirnya ikut merasakan dampaknya. Pertanyaannya, sampai kapan persoalan seperti ini terus berulang?” ujar Jhon, Sabtu (22/08).

Menurut Jhon, dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan hutan dan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kondisi lingkungan.

Karena itu, dia meminta langkah antisipasi dilakukan sejak dini, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran. Upaya tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu api membesar sebelum dilakukan penanganan.

“Pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kalau bisa dicegah sejak awal, tentu jauh lebih baik daripada harus menghadapi dampak yang lebih besar,” katanya.

Jhon juga mengapresiasi petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Mereka, kata dia, menghadapi kondisi sulit ketika melakukan pemadaman di tengah panas dan kepungan asap.

“Salam hormat untuk para pejuang karhutla. Mereka bekerja di tengah panas dan asap untuk memadamkan api serta melindungi masyarakat. Semoga perjuangan mereka selalu diberi keselamatan dan kekuatan,” tuturnya.

Dia menilai pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran dalam menjaga lingkungan serta mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Kalimantan adalah rumah kita bersama. Kalau hutan dan lahan terbakar, dampaknya juga kembali kepada kita semua. Karena itu, mari sama-sama menjaga lingkungan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran,” ujar Jhon.

Upaya pencegahan sejak dini menjadi penting untuk menekan risiko meluasnya karhutla di Kalimantan Tengah. Keterlibatan masyarakat dan kesiapsiagaan petugas di lapangan diharapkan dapat membantu mencegah kebakaran serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas warga. (red)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini