Mantan Istri Teriaki Bio di Bandara, Ungkap Dugaan KDRT dan Kebiasaan Judi Slot Tersangka Penyerangan Polisi Katingan
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Kedatangan tiga tersangka kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, diwarnai insiden emosional di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kamis (16/07/2026). Mantan istri salah satu tersangka, Bio, berteriak histeris sambil menuding mantan suaminya pernah melakukan kekerasan terhadap dirinya.
“Bio, hidungku patah gara-gara ikam (kamu), hidungku patah,” teriak Intan (30) di area pintu kedatangan bandara.
Saat diwawancarai wartawan, Intan mengaku mengalami cedera pada hidung akibat dipukul Bio menggunakan telepon seluler di dalam mobil beberapa waktu lalu. Meski mengaku kecewa atas perlakuan mantan suaminya, ia mengatakan masih menyimpan rasa iba terhadap persoalan hukum yang kini dihadapi Bio.
“Makanya ada binian (perempuan) tulus tapi bego, tapi tetap kasihan (dengan kejadian yang menimpa Bio),” ujar Intan.
Intan mengatakan, ia dan Bio pernah membina rumah tangga selama delapan bulan sebelum akhirnya bercerai pada Mei 2026, setelah sebelumnya Bio melangsungkan pengucapan talak sejak Maret 2026.
Selama menjalani pernikahan, Intan menilai Bio sebagai sosok yang temperamental dan kerap terlibat pertengkaran dengannya. Ia juga menyebut mantan suaminya memiliki kebiasaan bermain judi daring (slot).
“Tidak tahu kalau dia bandar sabu, tapi dia tidak mau kalau aku mengetahui apa-apa. Makanya sering cekcok. Aku sering di Palangka Raya, jarang di kampung, tidak betah karena sering dipukul,” katanya.
Meski mengaku tidak mengetahui dugaan keterlibatan Bio dalam jaringan peredaran narkotika, Intan menyebut mantan suaminya kerap mengonsumsi sabu-sabu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui asal barang terlarang tersebut.
Menurut Intan, Bio lebih banyak menghabiskan waktu di sebuah rumah yang sebelumnya menjadi lokasi penggerebekan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan.
“Sehari-hari dia di markas saja, main slot di belakang rumah, iya, rumah tempat penggerebekan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Bio bersama dua tersangka lainnya, Perie dan Ramblan, tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut dari Jakarta pada Kamis siang. Ketiganya langsung dibawa menggunakan kendaraan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polri dengan pengawalan ketat aparat bersenjata.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Komisaris Besar Polisi Adi Purnomo, membenarkan kedatangan ketiga tersangka tersebut.
“Iya benar,” kata Adi.
Menurut Adi, Bio, Perie, dan Ramblan diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang menyebabkan tiga anggota Polri meninggal dunia saat operasi penindakan narkotika pada 2 Juli 2026.
Ketiganya sebelumnya sempat melarikan diri ke Samarinda, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya ditangkap tim gabungan Badan Reserse Kriminal Polri. Setelah menjalani pemeriksaan di Markas Besar Polri di Jakarta, mereka dipindahkan ke Kalimantan Tengah untuk proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini, kepolisian telah mengamankan sembilan orang tersangka dalam pengembangan kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri tersebut. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan