El Nino Sangat Kuat Terjang Kalteng, Dampak Karhutla 2026 Berhasil Ditekan Hingga 7.634 Hektare
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Luasan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah pada 2026 disebut masih jauh lebih rendah dibanding sejumlah periode El Nino sebelumnya, meski tahun ini fenomena El Nino berada pada kategori sangat kuat.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan hingga 24 Agustus 2026, data penanganan Karhutla menunjukkan terdapat sekitar 22.203 hotspot, 1.739 firespot, dan luasan lahan terbakar 4.920 hektare.
Data tersebut disampaikan Iwan dalam konferensi pers penanganan Karhutla bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan perwakilan Pangdam di Lobby Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Senin (24/08/2026).
Khusus pada 24 Agustus 2026, tercatat 858 hotspot, 53 firespot, dengan luas areal terbakar mencapai 190,96 hektare.
Menurut Iwan, angka tersebut menunjukkan penanganan Karhutla di Kalteng telah memberikan hasil, terutama jika dibandingkan dengan kondisi pada sejumlah periode El Nino sebelumnya.
Ia memaparkan, pada 1997 ketika El Nino berada pada kategori sangat kuat, luasan lahan terbakar di Kalteng tercatat hampir mencapai 2 juta hektare.
Kemudian pada 2002, saat El Nino berkategori sedang, luas lahan terbakar mencapai sekitar 295.202 hektare. Pada 2006, angkanya mencapai 1.722.030 hektare.
Sementara pada 2012, luasan lahan terbakar mencapai 183.264 hektare.
Fenomena serupa juga terjadi pada 2015. Meski El Nino saat itu disebut sangat lemah, luasan lahan terbakar mencapai 583.833 hektare.
Pada 2019, dengan El Nino kategori lemah, luasan terbakar mencapai 317.749 hektare. Sedangkan pada 2023, saat El Nino berada pada tingkat sedang, luas lahan terbakar tercatat 165.896 hektare.
“Di tahun 2026 dengan El Nino yang sangat kuat, ini sampai hari ini luasan yang sampai saat ini sebesar 7.634 hektare,” ujar Iwan.
Namun, angka 7.634 hektare yang disampaikan dalam pemaparan tren historis tersebut berbeda dengan data 4.920 hektare yang sebelumnya disebut sebagai luasan Karhutla Januari hingga 24 Agustus 2026.
Perbedaan angka tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut untuk memastikan perbedaan periode maupun basis data yang digunakan.
Kotawaringin Timur Terluas
Berdasarkan pemetaan per kabupaten/kota, Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 1.686 hektare.
Posisi berikutnya ditempati Kotawaringin Barat dengan 508,5 hektare dan Kota Palangka Raya dengan 484,20 hektare.
Sementara Barito Timur menjadi daerah dengan luasan terbakar paling rendah, yakni sekitar 14,7 hektare.
Iwan menegaskan penurunan tren tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan aparat menurunkan kewaspadaan.
“Kami tidak lengah, tidak menghilangkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata dia.
Menurutnya, kondisi El Nino yang sangat kuat tetap membutuhkan kesiapan seluruh unsur karena musim kemarau masih berlangsung. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan