Kalteng Siagakan 10.700 Personel dan Teknologi Drone hingga Helikopter untuk Tekan Risiko Karhutla
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak sekitar 10.700 personel disiapkan untuk menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah di tengah kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah provinsi, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Hal itu disampaikan Iwan dalam konferensi pers penanganan Karhutla bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan perwakilan Pangdam XXII/TB di Lobby Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Senin (24/08/2026).
Selain kekuatan Satgas Karhutla yang telah disiapkan, Polda Kalteng menggelar Operasi Aman Nusa dengan menambah 650 personel di lima wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan.
Lima wilayah tersebut yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kapuas.
Menurut Iwan, strategi penanganan Karhutla sejak awal lebih diarahkan pada pencegahan. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah pusat memberikan informasi mengenai potensi kemarau panjang akibat El Nino.
Puluhan Ribu Kegiatan Pencegahan
Polda Kalteng bersama TNI dan pemerintah daerah kemudian menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Iwan menyebut hampir 26.000 kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla telah dilakukan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa.
Polda Kalteng juga menerbitkan maklumat mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan. Maklumat tersebut disebarluaskan melalui hampir 25.000 kegiatan.
Selain sosialisasi, patroli dilakukan pada sekitar 18.687 titik yang dianggap rawan terjadi Karhutla.
“Kami menitikberatkan dengan upaya-upaya pencegahan,” ujar Iwan.
Helikopter hingga Drone
Penanganan Karhutla juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi.
Polda Kalteng menggunakan helikopter untuk melakukan patroli udara sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat melalui perangkat pengeras suara.
Patroli juga dilakukan melalui jalur sungai, terutama di kawasan masyarakat pesisir.
Sementara itu, drone dimanfaatkan untuk memantau kondisi wilayah rawan maupun lokasi yang sudah mengalami kebakaran.
Iwan mengatakan drone membantu petugas memperoleh gambaran situasi dari udara sebelum tim darat bergerak ke lokasi.
“Ketika terjadi kebakaran, drone ini dimanfaatkan terlebih dahulu supaya kita bisa mengetahui situasi kebakaran itu seperti apa,” katanya.
Informasi visual dari drone dapat digunakan untuk menentukan prioritas pemadaman, pembagian tugas personel, hingga menentukan titik pengambilan sumber air.
MPA Diperkuat di Palangka Raya
Pada Senin (24/08/2026), Polda Kalteng juga memperkuat penanganan Karhutla di Palangka Raya dengan mengerahkan Masyarakat Peduli Api bersama personel TNI dan Polri.
Penguatan tersebut diarahkan untuk membantu Satgas yang sudah bekerja di lapangan, terutama ketika kebakaran meluas.
Iwan menegaskan pengerahan tambahan personel bukan berarti menggantikan struktur Satgas yang telah berjalan.
“Jadi hari ini kami memperkuat, terutama apabila di titik itu sudah makin meluas,” ujarnya.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dan aparat menjaga agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas di tengah kondisi kemarau panjang. (Abimanyu/bayu)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan