Karhutla Kalteng Turun Drastis, Kapolda Ungkap Respon dan Arahan Presiden Prabowo
BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta jajaran TNI-Polri atas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menekan luas area terbakar hingga sekitar 7.000 hektare pada 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Sabtu (22/08/2026).
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan apresiasi Presiden diberikan atas kerja bersama seluruh unsur dalam mencegah dan menangani Karhutla.
“Presiden menilai penurunan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergitas seluruh unsur,” kata Iwan saat dikonfirmasi awak media, Minggu (23/08/2026).
Menurut Iwan, Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
“Pak Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, termasuk Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja siang malam,” ujarnya.
Luas Karhutla Turun
Data yang disampaikan menunjukkan luas lahan terbakar di Kalteng pada tahun ini berada di kisaran 7.000 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan luasan Karhutla pada sejumlah periode sebelumnya.
Pada 2015, luas lahan terbakar di Kalteng tercatat lebih dari 500.000 hektare. Kemudian pada 2019 mencapai hampir 185.000 hektare dan pada 2023 hampir 200.000 hektare.
Iwan mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan strategi pencegahan dan penanganan di lapangan. Salah satunya melalui Operasi Aman Nusa II yang digelar Polda Kalteng.
Operasi tersebut memprioritaskan lima wilayah rawan Karhutla, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
Personel Gabungan Dikerahkan
Dalam penanganan di salah satu lokasi hutan rawa dan perkebunan masyarakat, total lahan yang terbakar mencapai 32,5 hektare. Sebanyak 26,4 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan relawan dikerahkan untuk mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas.
“Untuk mendukung percepatan penanganan dan pemadaman Karhutla, personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Selain mengerahkan personel, berbagai peralatan pemadaman yang dimiliki turut diturunkan untuk mempercepat proses pemadaman,” jelas Iwan.
Bantuan Sumur Bor
Selain pengerahan personel dan peralatan pemadaman, pemerintah juga memperkuat ketersediaan sumber air di wilayah gambut.
Iwan mengatakan Presiden telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mendukung penanganan Karhutla.
“Presiden juga telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi kendala air di lokasi gambut,” terang Iwan.
Kapolda Kalteng menegaskan jajarannya akan menindaklanjuti arahan Presiden dengan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga penurunan luas lahan terbakar sekaligus mendukung upaya mewujudkan Kalteng bebas asap. (red)
Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp
Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.
Ikuti Saluran WhatsAppDukung Jurnalisme Independen Bimaraya
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan





Tinggalkan Balasan